Kembali di bis ini, bis yang akan membawaku kembali ke kota tempat bekerja. Hanya 2,5 jam saya berada di ibu kota, 1 jam yang mungkin akan menjadi salah satu momen perubahan.
Setelah sekian lama mencoba, akhirnya cv itu pun menembus ketatnya seleksi administratif. Alhamdulillah, rekomendasi seorang kawan berhasil membawa cv ini ke tingkat selanjutnya.
Sama seperti sesi wawancara yang pernah saya ikuti, sesi kali ini pun berlangsung full english, bedanya pewawancara saat ini adalah ekspatriat. Hanya dua hari persiapan yang saya miliki, kesibukan luar biasa di kantor memaksa saya tak bisa sedikitpun mempersiapkan diri lebih awal.
Hmm soal kesibukan di kantor kembali saya teringat disaster meeting kemaren, parah.. *nanti akan saya coba berbagi mengapa meeting tersebut menjadi disaster
Bocoran tentang user yang akan mewawancarai banyak membantu saya dalam mempersiapan mental. Beda dengan sesi wawancara terdahulu, tanpa sedikitkun informasi tentang pewanwancara, sukses saya dibuat terhenyak dengan pertanyaan full english, dan berakhir dengan kegagalan total.
Mental yang telah siap membuat saya lebih tenang dalam menjawab pertanyaan, namun demikian kekakuan lidah dan terbatasnya vocab membuat sesi tersebut berlangsung singkat.
Apapun hasilnya nanti, yang jelas upaya untuk #pindahperahu telah dilakukan dan akan terus dicoba, tetap bergerak dalam rangka #terusberlayar menuju pulau impian.
Author: bayusubayu
…
…
Termenung di tempat cuci mobil
Terbayang apa yang terjadi di rapat tadi
Betapa tidak handalnya angka yang disajikan
…
Sampai kapan kejadian ini terus berulang
Skema apa yang harus diterapkan
Mengantisipasi sebelum terlambat
…
5 bulan berlalu sejak penugasan itu
Masa sementara pun berlalu sudah
Apakah ini yang dicari
…
Tanggung jawab yang sedemikian berat
Tuntutan yang semakin tinggi
Ekspektasi yang terlalu besar
…
GPS
The Global Positioning System (GPS) is a satellite-based navigation system made up of a network of 24 satellites placed into orbit by the U.S. Department of Defense. GPS was originally intended for military applications, but in the 1980s, the government made the system available for civilian use. GPS works in any weather conditions, anywhere in the world, 24 hours a day. There are no subscription fees or setup charges to use GPS | sumber http://www8.garmin.com/aboutGPS/&client=ms-rim&q=gps&sa=X&ei=kp0tUN–A5LDyQG5moDQBg&ved=0CCUQFjAB
Saya selalu membawa GPS dalam perjalanan mudik. Dua tahun yang lalu alat ini sukses memandu saya ke tempat tujuan. Tahun ini ceritanya berbeda.
Keinginan untuk menggunakan produk berlisensi dan original membuat saya membeli unit baru untuk menemani perjalanan mudik kali ini. Saya berharap dengan GPS yang memiliki fitur yang lebih lengkap dan peta yang paling update, perjalanan mudik menjadi semakin menyenangkan. Tidak perlu lagi berpikir rute mana yang akan dilewati, tinggal mengikuti petunjuk yang tampak dari layar 5”nya.
Perjalanan hari pertama berlangsung lancar, tanpa ada kendala berarti dari GPS. Sesekali GPS tidak menemukan rute yang kami lewati, namun saya masih menganggapnya wajar karena polisi menutup jalur utama mudik dan mengarahkan kami melewati jalur alternatif. Sedemikian alternatifnya jalur tersebut hingga kami sempat melintasi persawahan dan perumahan penduduk pedesaan.
Perjalanan hari kedua, hmm.. disinilah kisah ini dimulai, salah satu perjalanan yang akan selalu menjadi kenangan. Perjalanan yang mengingatkan betapa tidak berdayanya saya sebagai manusia. Perjalanan yang memaksa saya untuk selalu memeriksa rencana rute hingga ke detail. Perjalanan yang mengajarkan saya untuk tidak bolehnya ada sedikitpun perasaan sombong dan keyakinan berlebih terhadap alat ataupun rencana manusia.
Memasuki Semarang, GPS mengarahkan kami melewati kaliwungu, namun permintaan tersebut kami abaikan karena jalan tol telah terlihat. GPS kembali mengarahkan kami melewati jalur yang tidak dikenal saat berada di Jombang. Keluar dari jalan utama, melalui jalan sempit pedesaan, melintasi hutan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat, jalur yang sungguh benar benar alternatif. Terlihat di monitor, jalan yang kami lewati bernama rute gerilya.
Melintasi tanjakan berkelok, dengan hutan cemara di kiri kanan jalan, jurang terjal disisi jalan.. Sungguh bukanlah rute ideal yang saya inginkan. 23 km yang benar – benar menguras emosi, tanpa sedikit pun lampu penerangan jalan. Hanya 3 mobil yang kami temui sepanjang rute tersebut. Perasaan senang karena hampir mencapai tujuan mendadak berubah menjadi perasaan cemas, waspada.. Terlambat belok sedikit saja, jurang nan terjal sudah menanti…
Alhamdulillah rute tersebut dapat kami lewati, sampai di tujuan dengan selamat, mundur hampir 2 jam dari waktu perkiraan semula.. Salah satu rute paling ekstrim yang pernah saya lewati. Esoknya saya mendapat informasi jika rute yang kami lewati adalah rute lintas alam.. Tak terbayang sekiranya terjadi sesuatu pada kendaraan kami pada malam itu di rute tersebut..
╮(“╯_╰)╭
Belum Bisa Lepas
Kamar 210
Selasa dini hari, 01:15
24 Romadhon 1433
Ternyata.. masih berkutat juga dengan penyelesaian dokumen aplikasi malcolm
Anggota tim telah berganti, tapi saya masih disini
Malem ganjil.. bikin dokumen.. menjelang mudik
Ruangan di Sudut Gedung
Pertama kali saya memasuki ruangan itu pada awal tahun 2001, sesi wawancara dengan user, sekitar setengah jam saya menjawab pertanyaan dari 2 orang pewawancara.
Kesempatan kedua saya masuk ke ruangan, saat divisi sdm menyerahkan saya ke user, hampir 3 bulan dari wawancara. Seseorang menyambut saya di ruangan itu, tampaknya beliaulah pemilik ruangan, segera saya merasakan wibawa beliau, kelak dari bapak ini saya banyak menyerap ilmu, walaupun kadang beliau tidak menyadarinya. Pemilik ruangan itu mengenalkan saya ke seluruh stafnya, dan juga staf divisi sebelah, lalu beliau mengantar saya menemui pimpinan puncak.
Waktu berlalu, saya ditempatkan bersama staf yang lain di ruangan besar, hanya sesekali saja saya masuk ke ruangan itu.
Pertengahan tahun 2007 saya mendapatkan tugas di kota lain hingga pertengahan tahun 2011, kemudian ditugaskan di unit usaha lain, sebelum akhirnya pada tahun 2012 saya kembali ke ruangan besar itu.
Kali ini saya ditempatkan di ruangan di sudut gedung, ruangan yang dulu hanya sesekali saja saya masuki. Berat beban terasa saat mengetahui tugas baru ini, terbayang betapa besarnya tanggung jawab yang harus saya emban, terlintas pula para pendahulu, pengguna ruangan ini, semua memiliki rekam jejak yang baik.
2 bulan berlalu, dan saya masih berupaya menemukan ritme, datang lebih awal, pulang lebih akhir, serta membawa kerjaan pulang saya lakukan, tinggal tersisa 1 bulan lagi, 1 bulan yang akan menentukan seberapa pantas saya disini..