biarkan terbelakang

Membuka hasil assessment, tercenung. 2 tahun berlalu, kemunduran yang diraih

Namun setelah dikaji, tak perlu jua larut dalam hasil ini. 2x assessement dengan hasil lumayan pun tidak terlalu berpengaruh

Selalu ada proses berikutnya untuk pengisian. Dan mungkin hasil assessment hanya menjadi sedikit bumbu untuk menentukan pilihan, jika tidak boleh disebut tak berpengaruh

Mungkin juga sebenarnya yang membuat lebih kecewa dengan hasil ini karena malu dengan yang lain, mendapat cap tidak kompeten untuk suatu posisi tertentu. Tapi buat apa juga, sudah lama tidak terlalu peduli dengan pandangan orang lain. Tidak takut dengan celaan orang yang mencela.

Selepas senja tadi sempat berbincang dengan 2 kawan dari perusahaan berbeda. Kawan pertama resah karena mulai minggu ini hanya masuk setengah hari saja, kawan kedua ternyata sudah 8 tahun berstatus kontrak, dan gaji bulan ini telat 3 hari.

Kontras sangat, semakin tidak relevan larut dalam hasil assessment, disaat yang lain berjuang hanya untuk sekedar mendapatkan gaji.

Advertisements

Pertama

Pertama kalinya

Berdiri sendiri paling depan

Diikuti yang lain dibelakang

Sesuatu yang tidak pernah terlintas hingga 2 tahun yang lalu

Tahun lalu masih bisa mengelak

Tapi tidak di tahun ini

Lega puas dan bahagia saat tugas itu selesai dilaksanakan

Beban berat yang ada sejak awal bulan lalu hilang sudah

Satu yang pasti, tambahan hapalan mutlak diperlukan

Pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan

Pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan

Memasukinya, mengetahui sudah ada pemenang yang telah ditentukan sebelum pertempuran dimulai

Menyerah mundur bukan pilihan, upaya terbaik, best effort tetap diberikan, hasil bukan urusan kami

Aktualisasi diri lebih utama, usaha menjadi kewajiban, memenangkannya tak perlu dipikirkan

Bukankah semua sudah dituliskan jauh sebelum makhluk diciptakan

Bukankan walaupun seluruh makhluk bersekutu namun jika tidak tertulis maka tidak akan pernah terjadi

Sekuat tenaga seluruh makhluk menolak namun jika sudah ditulis maka akan terjadi

Maka sudah selayaknya upaya terbaik tetap diupayakan tanpa memikirkan apa hasilnya nanti, kewajiban kami hanya berusaha

Bukan untuk menjadi pemenang, namun untuk mengisi hari hari di dunia dengan upaya terbaik, hingga saatnya nanti maut menjumpai kami

Kembali

Parkiran masjid saat itu tampak penuh, luber bahkan hingga 200 meter di sepanjang pinggiran jalan utama. Tidak ada agenda kajian hari itu, belum waktunya sholat fardhu, dan bukan pula hari raya. Seluruh jama’ah yang hadir hendak melaksanakan sholat jenazah.

Setelah sholat usai, iring-iringan kendaraan yang mengantarkan ke tempat pemakaman tak juga berkurang. Ambulan sudah berada di gerbang perumahan saat kendaraan terakhir baru beranjak keluar pelataran parkir masjid. Hampir 1 km konvoy kendaraan pengantar.

Kepergian beliau sungguh mengagetkan, kami mendengar kabar beliau dirawat di rumah sakit 2 hari yang lalu. Beliau meninggalkan 6 orang anak, yang terkecil baru berusia 2 bulan. Semoga beliau diberikan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Kematian pasti datang, sudah semuanya mengetahuinya. Namun saat maut itu benar benar datang, meninggalkan kita yang masih memiliki sisa waktu tergagap menyikapinya, terkaget sesaat, untuk kemudian kembali terlena dalam rutinitas kesibukan dunia.