persimpangan

..datang kabar membuat gundah, tiada kabar membuat resah..

Persimpangan itupun akan semakin mendekat
Hampir tak kan bisa dielakkan lagi
Saat memilih akan tiba
Keberanian untuk meninggalkan zona nyaman ini ataukah ketakutan menempuh jalan terjal berliku
Selamanya duduk menanti atau berlari menjemput peluang
Entahlah..

Dalam kebimbangan yang semakin memuncak ini, alhamdulillah saya mendapatkan inspirasi dari blog http://www.abuafra.blogspot.com dan dengan seizin beliau akan saya bagi beberapa paragraf tersebut disini (*terimakasih yaa akhi atas izinnya, barakallohu fiik):

Orang bijak dan bermoral tidak mengenal kata lelah.

Tinggalkan tanah kelahiran dan lakukanlah pengembaraan.

Lakukanlah safar, kau akan dapatkan pengganti dari segala yang kau tinggal.

Berlelah lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Air menjadi rusak karena diam tertahan, jika mengalir menjadi jernih dan jika tidak kan keruh menggenang.

Singa jika tidak tinggalkan sarang tak kan dapat mangsa.

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran.

Jika matahari diorbitnya tidak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.

Tongkat gaharu, semula hanyalah kayu bakar biasa jika di dalam hutan.

Sumber >> http://abuafra.blogspot.com/2012/04/perjalanan-baru-dimulai.html?m=1

Ia terus melaju menggapai mimpinya dengan teguh. Ia tidak mengalihkan jalan karena celaan para pencela. Ia tenang, berpikir dalam dalam dan tidak goyah dengan kelezatan pujian.  Ia menjalankan segala jalan yang membantu impian, halangan tidak menjadikannya menyingkir.

Slogannya adalah sabar, kelezatannya adalah keletihan itu sendiri. Ia disiplin atas waktunya. Tidak berinteraksi kepada manusia selain dengan sangat hati hati. Ia rakus untuk meraih suatu hal yang istimewa, tidak melakukan hal yang sia sia.

Sumber >> http://abuafra.blogspot.com/2012/04/alhamdulillah-untuk-sementara-ini-saya.html?m=1

Biarkan aku menggapai ketinggian yang belum pernah teraih. Sebab kesulitan karya tinggi memang sulit, dan karya mudah memang amat mudah. Padahal untuk mencari madu harus menghadapi tusukan lebah.

Sumber >> http://abuafra.blogspot.com/2012/04/sabar-tuk-peroleh-cita.html?m=1

kenapa pengen pindah..

Gak tau juga kenapa saya pengen pindah
Sejak dulu sudah ada keinginan untuk merasakan bekerja di perusahaan besar
Pengen tau aja sistemnya seperti apa
Pengen juga ngerasain gimana susahnya kerja di swasta
Pengen ngerasain ngembangin diri di lingkungan yang jauh lebih luas
Pengen kerja di perusahaan yang bener bener besar

Apakah sesederhana itu?
Apakah keinginan sederhana itu gak boleh membuat saya ingin pindah?

Pengen punya cv bagus
Mentereng
Pencapaian yang aduhai

Cuma itu..

Sebab lainnya adalah lokasi kerja di tempat sekarang selalu membuat nyonya tidak nyaman
Kasihan melihatnya selalu gelisah
Menunggu sabtu minggu untuk meninggalkan kota ini

Sepertinya hanya itu..

Gaji saat ini sudah cukup buat saya
Ditambah tunjangan dan terkadang insentif dadakan
Belum lagi bonus yang kadang meledak
Kendaraan dinas kinyis kinyis menambah kenyamanan kerja disini
Zona yang terlalu nyaman buat saya
Ada ketakutan 3 atau 5 tahun dari sekarang saya mengalami kemunduran skill dan akan semakin jauh tertinggal jika dibandingkan dengan rekan rekan yang bekerja di perusahaan mnc besar ataupun kap

Mungkin itu juga bisa jadi faktor tambahan

Namun apa yang saya rasakan saat ini
Dini hari
Di kereta menuju jogja yang entah kenapa tidak bergerak
Ada ketakutan tersendiri
Bagaimana seandainya wawancara yang tadi sore dilakukan ini berhasil
Ketakutan yang wajar mungkin
Ketakutan yang timbul saat adzan maghrib bergema, dan sesi itu terus berlanjut
Ketakutan tidak menemukan kebebasan beribadah seperti yang bisa dilakukan di perusahaan sekarang

Takut keterima
Sebuah ketakutan yang absurd
Ngapain juga kirim cv kalo ternyata takut keterima
Aneh

Saya tidak tahu bagaimana hasil dari 2 proses yang sungguh di luar dugaan ini
Hampir bersamaan
Seorang sahabat pernah berbagi, nikmati saja prosesnya
Upayakan yang terbaik
Dan lihat sejauh apa kita sanggup menerjang

Entahlah
Yang jelas satu yang saya rasakan saat ini
Takut keterima
Sungguh ke-ge’eran yang benar benar ge’er

#pindahperahu

pindah perahu…

Kembali di bis ini, bis yang akan membawaku kembali ke kota tempat bekerja. Hanya 2,5 jam saya berada di ibu kota, 1 jam yang mungkin akan menjadi salah satu momen perubahan.
Setelah sekian lama mencoba, akhirnya cv itu pun menembus ketatnya seleksi administratif. Alhamdulillah, rekomendasi seorang kawan berhasil membawa cv ini ke tingkat selanjutnya.
Sama seperti sesi wawancara yang pernah saya ikuti, sesi kali ini pun berlangsung full english, bedanya pewawancara saat ini adalah ekspatriat. Hanya dua hari persiapan yang saya miliki, kesibukan luar biasa di kantor memaksa saya tak bisa sedikitpun mempersiapkan diri lebih awal.
Hmm soal kesibukan di kantor kembali saya teringat disaster meeting kemaren, parah.. *nanti akan saya coba berbagi mengapa meeting tersebut menjadi disaster
Bocoran tentang user yang akan mewawancarai banyak membantu saya dalam mempersiapan mental. Beda dengan sesi wawancara terdahulu, tanpa sedikitkun informasi tentang pewanwancara, sukses saya dibuat terhenyak dengan pertanyaan full english, dan berakhir dengan kegagalan total.
Mental yang telah siap membuat saya lebih tenang dalam menjawab pertanyaan, namun demikian kekakuan lidah dan terbatasnya vocab membuat sesi tersebut berlangsung singkat.
Apapun hasilnya nanti, yang jelas upaya untuk #pindahperahu telah dilakukan dan akan terus dicoba, tetap bergerak dalam rangka #terusberlayar menuju pulau impian.