Terakhir

Tau tau udah hari terakhir di 2021 aja

Tahun yang penuh dengan dinamika

Awal tahun mendapat panggilan pulang ke perusahaan induk, sempat jadi penderita pandemi, pertengahan tahun mendapat tugas baru, terlibat dalam pembentukan subholding, melepas penyertaan, mengakuisi perusahaan, dan melikuidasi perusahaan.

Pemenuhan data kepada sekuritas untuk disampaikan pada calon investor, zoom yang seakan menghilangkan batas waktu privasi, kerja sampe larut dan tak kenal hari libur

Pisah perusahaan, bubarnya perusahaan lama, hadirnya perusahaan baru dengan lingkup lebih ke investment holding

Dan tibalah di akhir tahun ini

Alhamdulillah, dijalanin aja

Tahun ini juga bisa nyelesein pendidikan di maksi dengan pendanaan dari gaji di perusahan yang sempat dijalani sebagai pucuk pimpinan, alhamdulillah

Bersiap tetap relevan, dengan prioritas ke kehidupan setelah mati

Perjalanan yang panjang, bekal amatlah sedikit

Pergi

Kemaren seorang kawan menelpon, meminta saya untuk melihat WA. Posisi saya saat itu sedang menyetir, hingga tidak mengetahui ada WA masuk. Sekilas saya lihat WA, terlihat foto yang dikirim kawan.

Saya menepikan kendaraan, foto menunjukkan kawan lain yang berbaring mengenakan baju olahraga. Terlihat sepeda di belakangnya. Saya diminta memastikan apalah benar beliau adalah kawan yang kami kenal.

Sepeda yang terlihat memastikan identitas kawan tersebut. Saya telpon kembali dan saya sampaikan keyakinan bahwa beliau memang kawan yang dimaksud. Kendaraan saya lajukan kembali

Sampai di tujuan kembali saya cek WA, ternyata sudah ada beberapa informasi yang sama. Saat itu yang saya pikirkan hanyalah beliau terjatuh saat bersepeda dan tidak ada hal serius yang terjadi. Saya minta update kondisi beliau ke beberapa kawan.

WA masuk membawa berita. Beliau sudah tidak ada. Tidak tertolong.

WAG lain yang baru saya ketahui belakangan menyajikan info jika ternyata beliau ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Terjatuh dari sepeda, tergeletak di tengah jalan. Beberapa warga membantu untuk meminggirkannya

Mendadak. Singkat. Di luar dugaan. Perjumpaan beliau dengan penjemputnya. Ketetapan yang sudah dituliskan 50 ribu tahun sebelum makhluk diciptakan.

Saya coba mereka peristiwa beliau pamit dari rumah pagi itu. Kemungkinan semua berjalan normal. Rutinitas biasa saja. Ternyata pagi itu menjadi pamitan terakhir beliau dengan keluarga.

Semoga beliau diberikan kemudahan. Kita yang masih menunggu giliran. Entah kapan dimana dan dalam kondisi apa

biarkan terbelakang

Membuka hasil assessment, tercenung. 2 tahun berlalu, kemunduran yang diraih

Namun setelah dikaji, tak perlu jua larut dalam hasil ini. 2x assessement dengan hasil lumayan pun tidak terlalu berpengaruh

Selalu ada proses berikutnya untuk pengisian. Dan mungkin hasil assessment hanya menjadi sedikit bumbu untuk menentukan pilihan, jika tidak boleh disebut tak berpengaruh

Mungkin juga sebenarnya yang membuat lebih kecewa dengan hasil ini karena malu dengan yang lain, mendapat cap tidak kompeten untuk suatu posisi tertentu. Tapi buat apa juga, sudah lama tidak terlalu peduli dengan pandangan orang lain. Tidak takut dengan celaan orang yang mencela.

Selepas senja tadi sempat berbincang dengan 2 kawan dari perusahaan berbeda. Kawan pertama resah karena mulai minggu ini hanya masuk setengah hari saja, kawan kedua ternyata sudah 8 tahun berstatus kontrak, dan gaji bulan ini telat 3 hari.

Kontras sangat, semakin tidak relevan larut dalam hasil assessment, disaat yang lain berjuang hanya untuk sekedar mendapatkan gaji.

Pertama

Pertama kalinya

Berdiri sendiri paling depan

Diikuti yang lain dibelakang

Sesuatu yang tidak pernah terlintas hingga 2 tahun yang lalu

Tahun lalu masih bisa mengelak

Tapi tidak di tahun ini

Lega puas dan bahagia saat tugas itu selesai dilaksanakan

Beban berat yang ada sejak awal bulan lalu hilang sudah

Satu yang pasti, tambahan hapalan mutlak diperlukan