Selesai

Alhamdulillah rangkaian ini sudah selesai. Berhasil mengumpulkan seluruh amalan di tanggal 10 Dzulhijjah. Jalan kaki hampir 5km dari titik pemberhentian taksi ke tenda. Bukan jarak yang istimewa, karena sering latian lari di jarak itu. Namun jarak itu menjadi penutup hari karena sejak pagi sudah melalui jamarot, kembali ke tenda, dan ke jamarot lagi untuk jalan ke terminal bis menuju harom, thowaf dan sai. Total jumlah langkah pada hari itu adalah 52.289 atau sekitar 35 km (konversi dari gemini)

Walaupun kecil kemungkinan masih tersisa asa untuk mengulangi kembali. Semoga masih diberikan kesempatan

Meninggalkan jamarat di tanggal 13, sampai jumpa lagi (semoga)

Keberangkatan

Alhamdulillah jika Allah mengizinkan pekan depan kami akan kembali berangkat. Keberangkatan kedua, rezeki dari Allah, terasa semakin spesial saat melihat respon handai tolan mendengar pamitan kami. Maasyaa Allah

Suvenir keberangkatan pertama

Semoga semuanya diberikan kemudahan. Hidayah dan istiqomah

Happy

Salah satu momen yang menyenangkan di bulan romadhon adalah duduk setelah maghrib mengejar setoran bersama kawan kawan tercinta

Suasana yang tidak bisa setiap hari dilakukan, terlebih dengan tuntutan kesibukan karyawan. Momen penuh kedamaian yang akan selalu dimanti, berharap terus terjadi setiap malam sepanjang bulan

Mengantar

Jum’at jelang jam 24, informasi itu menyebar. Salah seorang Ustadz pengisi kajian di masjid kami berpulang. Beliau mengalami sakit cukup lama, anggota tubuh bagian bawah sudah tidak bisa digerakkan.

Suasana setelah sholat jenazah

Jelang jum’atan jenazah tiba di masjid, hujan deras hingga akhir sholat jum’at. Hampir seluruh jamaah sholat jumat lanjut mengikuti sholat jenazah. Seorang berbisik mungkin ini adalah rekor sholat jenazah terbanyak di masjid itu.

Beliau orang baik. Mengajar tahsin di masjid kami. Gigih mengingatkan untuk menamatkan 1 juz tiap hari. Salah seorang yang saya kenal sangat akrab dengan Al Qur’an.

Haru sangat, terlintas jika jumat itu merupakan skenario terbaik untuk meninggalkan dunia. Disholatkan oleh jemaah sholat jumat satu masjid. Apalagi dengan pemahaman yang sama. Maasyaa Allah

Kapan kita dan bagaimana, semoga dalam kondisi yang baik juga

Makalah

Makalah, proposal, paper, artikel, skripsi, thesis, disertasi dan semua kawan kawannya. Karya tulis yang tiga tahun ini semakin intens menenami. Mengantri, menunggu untuk diselesaikan.

Dimanapun kapanpun…

Enam semester berlalu. Masih ada revisi proposal, seminar hasil, sidang tertutup, dan sidang terbuka yang menanti. Masih ada juga dua artikel scopus yang belum tembus. Ditambah lagi makalah pjs yang harusnya sudah submit.

Satu yang paling penting adalah menulis sesuai dengan kebutuhan. Awal awal kuliah tulisan saya dikritisi karena terlalu to the point dan lugas. Perlahan gaya tulisan dirubah lebih lambat dan mendetail. Sayangnya gaya tersebut terbawa saat diminta menyelesaikan malalah sebagai prasyarat melewati PJS. Otomas kritisi dari sisi yang berlawanan diterima. Gak nyambung dan nano nano he he

No worry. You asking, i’m delivering insyaa Allah