hakikat dunia

Disalin dari buku Mukhtasar Al Fawa’id Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah – Pesan Pesan Emas penerbit Darul Haq Jakarta cetakan 1 – 2016 halaman 23

Berjalan memburu dunia adalah seperti berjalan di padang yang penuh dengan hewan buas, berenang padanya seperti berenang di danau yang penuh buaya, yang membahagiakan darinya adalah yang menyedihkan darinya, penderitaan-penderitaan lahir dari kenikmatannya, dan (sebaliknya) kesehedihan muncul dari kebahagiaannya.

Advertisements

perpisahan

Minggu lalu terjadi pelepasan salah seorang pengawas di jajaran manajemen kami. Beliau konsisten mengikuti peraturan, mundur untuk menerima amanah yang lebih besar. Amanah yang berdasarkan penuturan beliau, sangat mendadak dan diluar dugaan.
Suasana hening mendengar sambutan terakhir beliau. Semua antusias menanti kata kata yang akan diucapkan. Rasa haru, bangga, dan kehilangan menjadi satu.
Continue reading

Mudik 2016

Mudik tahun ini mengkin bakalan jadi salah satu yang akan selalu dikenang. Kami berangkat dari Cilegon pukul 05.30 hari Minggu dan tiba di Malang pukul 01.15 hari Selasa. Sungguh perjalanan nan panjang.

Kemacetan parah terjadi sejak memasuki tol Kanci Pejagan. Kami bahkan sempat dialihkan ke pintu tol Kanci. Antrian panjang terjadi di pintu tol tersebut. Namun kami memutuskan untuk kembali masuk gerbang tol Kanci sesaat setelah dikeluarkan.

Continue reading

Bidara

image

Alhamdulillah, setelah sekian lama mencari, akhirnya seorang rekan menghadiahkan pohon bidara kepada saya. Beliau memang memiliki banyak pohon eksotis, umumnya yang dapat digunakan sebagai herbal. Kecintaannya pada pohon membuat beliau dapat merawat pohon sejak dari bibitnya.
Bidara dikenal banyak memiliki kegunaan. Daunnya dapat digunakan sebagai campuran untuk memandikan jenazah, ataupun untuk merukyah. Pohon ini ditumbuhkan dari biji. Itulah yang membuat pohon ini agak sukar ditemukan.
Jazakalloh khoiron Pak Hedi, semoga dibalas dengan kebaikan yang banyak.