Cepat

Tau tau udah mau 4 tahun membersamainya. Cepat sekali tak terasa. Dia yang tadinya hanya bisa pasrah, menangis untuk semua hal yang diinginkan, sekarang sudah bisa mengatur, menyampaikan keinginan, dan menolak sesuatu yang tak disukainya

Melihatnya tumbuh besar, selalu terbanyang upaya kedua orang tua membesarkan saya. Gimana sabarnya mereka, perjuangan Ayah mencari nafkah dan Ibu mendidik. Menyambung hari dari gaji yang mungkin terbatas, membaginya, membiayai sekolah 3 anaknya hingga selesai strata satu. Maasyaa Allah. Semoga Allah membalas kebaikan mereka berdua.

Semoga selamat akhirat dan dunia Nak, siapa tau bisa tinggal di madinah, mengajak kami tinggal disana. Kota yang dijanjikan mendapat keutamaan bagi yang bisa memilih untuk meninggal disana.

Teringat

Lamat lamat terdengan suara takbiran

Jauh disana

Mengingatkan kembali suasana ied sekitar 4 windu yang lalu

Digendong turun dari kamar atas di rumah nenek oleh ayah untuk persiapan sholat ied

Kala itu belum subuh

Sengaja ayah membangunkan lebih awal untuk antri kamar mandi

Ingatan yang begitu saja muncul

Berita Acara Pemeriksaan


Hari ini, saya menyaksikan betapa pentingnya berita acara pemeriksaan dalam suatu sidang. Seluruh jalannya persidangan akan terfokus pada berita acara pemeriksaan. Majelis hakim, jaksa penuntut hanya akan mengkonfortir apa yang sudah kita sampaikan pada penyidik dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

Sedemikian pentingnya berita acara pemeriksaan, sehingga sebaiknya kita cermat dan berhati hati dalam memberikan keterangan. Seluruh keterangan disampaikan dengan runtut, apa adanya dan sesuai dengan pertanyaan penyidik. Seluruh kata kata yang kita gunakan hendaknya kata kata yang sederhana dan tidak bias.

Saat seluruh keterangan sudah disampaikan, ada baiknya kita membaca kembali berita acara pemeriksaan atau mendengarkan pembacaan berita acara pemeriksaan dengan seksama. Jika sudah yakin dan tidak ada pernyataan yang saling bertentangan baru kita menandatanginya. Berita acara pemeriksaan inilah yang akan membantu kita dalam persidangan atau sebaliknya akan menyulitkan kita jika banyak pernyataan ambigu, tidak tegas atau bahkan saling bertentangan satu sama lain

hakikat dunia

Disalin dari buku Mukhtasar Al Fawa’id Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah – Pesan Pesan Emas penerbit Darul Haq Jakarta cetakan 1 – 2016 halaman 23

Berjalan memburu dunia adalah seperti berjalan di padang yang penuh dengan hewan buas, berenang padanya seperti berenang di danau yang penuh buaya, yang membahagiakan darinya adalah yang menyedihkan darinya, penderitaan-penderitaan lahir dari kenikmatannya, dan (sebaliknya) kesehedihan muncul dari kebahagiaannya.