Rezeki

Mendapatkan sesuatu yang diluar dugaan tentunya selalu membuat kita senang. Alhamdulillah pagi ini saya merasakan kegembiran yang luar biasa, maasyaa Allah, karena mendapatkan sesuatu yang tidak disangka sangka.

Subuh di Masjid yang baru pertama kali saya singgahi. Begitu masuk langsung didapat pemandangan yang familiar. Jamaah melaksanakan sholat sunnah mepet ke tembok depan, tidak menyebar di penjuru masjid, yang terdang menyulitkan jamaah yang datang belakangan untuk melakukan sholat sunnah. Jeda waktu ke iqomah yang lumayan lama, dan penampakan para jamaah yang biasa saya temui di kajian.

Sekilas sempat terlihat meja yang biasanya digunakan saat kajian disiapkan. Ba’da sholat diumumkan bahwa ahad ini ada kajian dari USB, maasyaa Allah. Beliau, yang jika mengisi di tempat kami, masjid akan dipenuhi oleh jemaah yang berdatangan dari penjuru kota. Jika kita terlambat datang, dipastikan tidak akan mendapat tempat di dalam masjid. Dan subuh ini saya mendapatkan beliau akan mengisi kajian, tanpa diduga, alhamdulillah.

Lanjut lagi

Kenapa lanjut lagi, mau nyari apaan, buat apa, dan sejumlah pertanyaan senada lainnya. Sebenernya jawaban mendasar dari pertanyaan pertanyaan tersebut cukup sederhana, untuk menyenangkan orang tua. Iya menyenangkan Ibu

Sebelum wisuda s2 kemaren, saya mengajak Ibu foto bersama di studio. Respon beliau diluar dugaan, dengan antusias langsung mengiyakan. Sepanjang sesi foto berseri-seri, dan setelah hasil foto jadi, beliau membaginya ke grup keluarga dengan caption ibu dan anak. Terlihat beliau begitu bergembira, ada kesenangan terbesit di hati saat melihat beliau begitu begembira.

Faktor pendorong utama melanjutkan studi adalah menyenangkan Ibu, yang termasuk dalam berbakti pada orang tua. Kita lihat perjalanan ini akan berlanjut sampai kemana. Semoga diberikan kemudahan

Cepat

Tau tau udah mau 4 tahun membersamainya. Cepat sekali tak terasa. Dia yang tadinya hanya bisa pasrah, menangis untuk semua hal yang diinginkan, sekarang sudah bisa mengatur, menyampaikan keinginan, dan menolak sesuatu yang tak disukainya

Melihatnya tumbuh besar, selalu terbanyang upaya kedua orang tua membesarkan saya. Gimana sabarnya mereka, perjuangan Ayah mencari nafkah dan Ibu mendidik. Menyambung hari dari gaji yang mungkin terbatas, membaginya, membiayai sekolah 3 anaknya hingga selesai strata satu. Maasyaa Allah. Semoga Allah membalas kebaikan mereka berdua.

Semoga selamat akhirat dan dunia Nak, siapa tau bisa tinggal di madinah, mengajak kami tinggal disana. Kota yang dijanjikan mendapat keutamaan bagi yang bisa memilih untuk meninggal disana.

Teringat

Lamat lamat terdengan suara takbiran

Jauh disana

Mengingatkan kembali suasana ied sekitar 4 windu yang lalu

Digendong turun dari kamar atas di rumah nenek oleh ayah untuk persiapan sholat ied

Kala itu belum subuh

Sengaja ayah membangunkan lebih awal untuk antri kamar mandi

Ingatan yang begitu saja muncul

Berita Acara Pemeriksaan


Hari ini, saya menyaksikan betapa pentingnya berita acara pemeriksaan dalam suatu sidang. Seluruh jalannya persidangan akan terfokus pada berita acara pemeriksaan. Majelis hakim, jaksa penuntut hanya akan mengkonfortir apa yang sudah kita sampaikan pada penyidik dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

Sedemikian pentingnya berita acara pemeriksaan, sehingga sebaiknya kita cermat dan berhati hati dalam memberikan keterangan. Seluruh keterangan disampaikan dengan runtut, apa adanya dan sesuai dengan pertanyaan penyidik. Seluruh kata kata yang kita gunakan hendaknya kata kata yang sederhana dan tidak bias.

Saat seluruh keterangan sudah disampaikan, ada baiknya kita membaca kembali berita acara pemeriksaan atau mendengarkan pembacaan berita acara pemeriksaan dengan seksama. Jika sudah yakin dan tidak ada pernyataan yang saling bertentangan baru kita menandatanginya. Berita acara pemeriksaan inilah yang akan membantu kita dalam persidangan atau sebaliknya akan menyulitkan kita jika banyak pernyataan ambigu, tidak tegas atau bahkan saling bertentangan satu sama lain