Rezeki

Mendapatkan sesuatu yang diluar dugaan tentunya selalu membuat kita senang. Alhamdulillah pagi ini saya merasakan kegembiran yang luar biasa, maasyaa Allah, karena mendapatkan sesuatu yang tidak disangka sangka.

Subuh di Masjid yang baru pertama kali saya singgahi. Begitu masuk langsung didapat pemandangan yang familiar. Jamaah melaksanakan sholat sunnah mepet ke tembok depan, tidak menyebar di penjuru masjid, yang terdang menyulitkan jamaah yang datang belakangan untuk melakukan sholat sunnah. Jeda waktu ke iqomah yang lumayan lama, dan penampakan para jamaah yang biasa saya temui di kajian.

Sekilas sempat terlihat meja yang biasanya digunakan saat kajian disiapkan. Ba’da sholat diumumkan bahwa ahad ini ada kajian dari USB, maasyaa Allah. Beliau, yang jika mengisi di tempat kami, masjid akan dipenuhi oleh jemaah yang berdatangan dari penjuru kota. Jika kita terlambat datang, dipastikan tidak akan mendapat tempat di dalam masjid. Dan subuh ini saya mendapatkan beliau akan mengisi kajian, tanpa diduga, alhamdulillah.

Lanjut lagi

Kenapa lanjut lagi, mau nyari apaan, buat apa, dan sejumlah pertanyaan senada lainnya. Sebenernya jawaban mendasar dari pertanyaan pertanyaan tersebut cukup sederhana, untuk menyenangkan orang tua. Iya menyenangkan Ibu

Sebelum wisuda s2 kemaren, saya mengajak Ibu foto bersama di studio. Respon beliau diluar dugaan, dengan antusias langsung mengiyakan. Sepanjang sesi foto berseri-seri, dan setelah hasil foto jadi, beliau membaginya ke grup keluarga dengan caption ibu dan anak. Terlihat beliau begitu bergembira, ada kesenangan terbesit di hati saat melihat beliau begitu begembira.

Faktor pendorong utama melanjutkan studi adalah menyenangkan Ibu, yang termasuk dalam berbakti pada orang tua. Kita lihat perjalanan ini akan berlanjut sampai kemana. Semoga diberikan kemudahan

Edisi ke-20

Lebaran edisi ke 20 bersama keluarga besar ini
Lama tak berkumpul
Beberapa orang sudah tidak ada lagi
Tinggal tersisa beberapa saja dari generasi diatas saya
Adapun yang segenerasi beberapa sudah memiliki cucu
Beberapa orang baru dari generasi di bawah sudah ikut hadir

Kurva kehidupan terus bergulir
Masa kejayaan (dengan ukuran dunya) terus diputar
Saat lebaran edisi pertama dahulu, sebagian dalam masa puncak kejayaan, menikmati jerih payah orang tuanya, mobil mewah memenuhi garasi

Sekarang, orang tua sudah tiada, rumah yang dulu asri dan terawat kini sudah usang
Mobil mewah berganti mobil entry level
Ukuran akhirat tentunya tidak terlihat
Semoga perbekalan untuk disana nanti terus bertambah

Kadang yang penting ini justru terlupakan, mungkin karena tidak terlihat
Dan sukar untuk ‘dibanggakan’ ke orang lain
Sibuk menambah pundi pundi dunya
Menambah bekal untuk pensiun
Terlupakan menambah bekal untuk perjalanan panjang setelah tak hidup lagi

Sebenarnya keberlangsungan kita di dunia ini tak perlu dikhawatirkan lagi
Kematian sudahlah pasti
Teringat potongan hadist, berikut copas beserta penjelasannya

Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu

Di antara hak-hak Allah yang paling agung yang wajib dijaga oleh seorang hamba adalah memurnikan segala bentuk ibadah hanya kepada-Nya

Menurut Ibnu Rajab, penjagaan Allah itu mengandung dua unsur:

Pertama, Allah akan menjaga hamba-Nya yang saleh dengan memenuhi kebutuhan dunianya, seperti terjaga badan, anak, keluarga, dan hartanya.

Kedua, Allah akan menjaga agama dan imannya, inilah penjagaan yang paling agung dan mulia. Hamba itu terjaga dari perkara syubhat yang menyesatkan dan dari syahwat yang diharamkan.

Sumber: https://muslim.or.id/19367-jagalah-allah-ia-akan-menjagamu.html

Jadi apa yang membuat risau berkepanjangan dari dunya ini, cukuplah melakukan penjagaan dengan sebaik baiknya terhadap hak pemilik alam semesta ini.