Sudah semestinya kami banyak banyak bersyukur atas hidayah yang telah diberikan. Dikenalkan dengan manhaj ini. Diberikan nikmat islam dan sunnah.
Latar belakang dari kalangan biasa, bukan para penuntut ilmu yang semenjak dini digembleng, atau para pemuda santri yang tak kenal lelah menghapal dan mengkaji kitab para ulama terdahulu. Merupakan keistimewaan mendapatkan ini. Harus selalu bersyukur dan berupaya supaya nikmat ini tidak lepas. Menggigit dengan geraham
Semoga bisa terus bertahan hingga akhir. Seseorang diwafatkan sesuai dengan kebiasaan di masa hidupnya. Semoga terhindar dari golongan yang jaraknya dengan surga tinggal sehasta, namun pada akhirnya terluput. Amalan tergantung pada akhirnya.
Serta beberapa pernyataaan senada saat mereka melihat kegelisahan saya. Mencoba menemukan masjid terdekat saat waktu sholat tiba. Berupaya sekuat tenaga untuk melaksanakannya di masjid. At any cost
Jadi kenapa kok bersusah susah
Deep down inside
Cuma pengen tindakan ini dapat memasukkan saya ke dalam 7 golongan yang akan mendapat naungan الله pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Berharap sangat dapat termasuk kedalam golongan ketiga. Seseorang yang hatinya bergantung pada masjid
Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Aku anugerahi kesehatan badan, Aku telah luaskan penghidupannya, telah lewat padanya lima tahun, (namun) dia tidak mendatangiKu (yakni: melakikan ibadah haji), dia benar-benar dicegah (dari kebaikan). Referensi : https://almanhaj.or.id/4139-tidak-berhaji-padahal-mampu-termasuk-dosa-besar.html
Selain sholat jenazah dan pemakaman, acara lain yang selalu diusahakan untuk hadir adalah akad nikah. Jika sholat jenazah dan pemakaman menawarkan keutamaan masing masing sebesar satu gunung serta selalu menjadikan kita waspada akan jemputan yang bisa segera hadir, akad nikah selalu memberikan kilas balik peristiwa prosesi yang sudah saya alami. Satu acara dimana saya menjadi tokoh utama, penganten, satu acara saya mengamati wali nikah (ayah saya) menikahkan adek, dan satu lagi saat saya menjadi wali nikah.
Selain itu ada nasihat pernikahan, yang jika disampaikan oleh ahli yang kompeten akan sangat berpotensi menggetarkan hati. Pemahaman akan dalil sesuai pemahaman sahabat, to the point, tanpa gimmick senda gurau. Seperti halnya hari ini, maasyaa Allah, untaian nasihat yang selalu menjadi penyegar, pengingat tujuan kita semua menikah sembari menunggu waktu dijemput.
Beliau meyampaikan akad nikah adalah perjanjian yang berat مثقاغليظا. Hanya ada 3 peristiwa yang menggunakan frase ini dalam Al Qur’an, yaitu akad nikah, perjanjian dengan para nabi dan rosul, dan perjanjian dengan bani israil. Perjanjian yang harus dipenuhi
Visi menikah adalah memenuhi komitmen agar dapat dipertemukan kembali di surga kelak. Fokus pada kewajiban. Ketenangan, rasa cinta, dan rasa sayang akan hadir dengan sendirinya. Tidak ada manusia yang sempurna, bersukur atas apa yang telah الله anugrahkan.
Rumah tangga adalah bahtera besar. Keselamatannya sangat ditentukan oleh kepiawaian nahkodanya. Kembalikan pada dalil. Jangan lupa selalu berupaya mendapatkan ridho orang tua karena ridho الله ada pada ridho orang tua.
Semoga kita semua dapat dipertemukan kembali dengan pasangan kita di surga kelak
Hari pertama ngantor di 2023, tiba tiba dipanggil pas mau buka pagar. Dia berlari dan membawa selembar kertas, seperti biasanya. Ini buat Ayah, katanya. Lembaran kertas berisi tulisan Ayah, simbol love dan gambar mobil. So sweet. Maasyaa Allah
Waktu berlari. Sudah 0 kecil aja, bentar lagi 0 besar dan SD. 2022 berlalu sudah
Ngapain aja kita 2022 ini. Menekatkan diri daftar pendidikan doktor ilmu akuntansi. Menyelesaikan semester 1 dan alhamdulillah bisa menutup salah satu syarat kelulusan, partisipasi dalam internasional conference dan proceeding terindeks scopus.
Masih kurang 2 jurnal scopus dan disertasi. Semua diupayakan tercapai, best effort sesuai jadwal, insyaa Allah. Tentunya dengan tetap memprioritaskan bekal hari akhir diatas segala galanya. Semoga diberikan kemudahan dan istiqomah. Aamiin