bedol desa

ImageBerubahnya orientasi multiply dari situs jejaring sosial menjadi situs belanja online memaksa saya untuk memindahkan tulisan disana ke blog ini. Total terdapat 21 tulisan yang akan saya sajikan secara berurutan setelah postingan ini.

Saya akan mencantumkan tanggal asli saat tulisan tulisan itu diposting untuk memudahkan saya menggali kembali suasana saat tulisan dibuat. Umumnya tema yang diangkat adalah kisah komuter, saat itu saya masih tinggal di daerah penyangga ibukota dan bekerja di ibukota, sehingga sehari hari harus menempuh jarak sekitar 100 km pulang pergi  untuk bekerja.

Selamat menikmati sajian baru tapi lama he he..

 

Masjid Imam Ahmad bin Hambal

Perjumpaan pertama saya dengan masjid ini terjadi pada tahun 2007. Saat itu saya dalam perjalanan mencari kontrakan. Masjid belum seluas saat ini, di sebelah kiri masih terdapat lahan kosong. Saya sempat beberapa kali mengikuti kajian sebelum akhirnya diliburkan karena masjid akan dipugar. Lama saya tidak mengunjungi masjid ini hingga akhirnya hampir setahun kemudian kajian kembali dimulai.

Luas bangunan masjid bertambah hampir 100%, begitu pula sedikit lahan parkir di area masjid. Awal kajian di masjid yang baru dipugar masih terasa lenggang, Kapasitas masjid yang bertambah drastis membuat peserta kajian seolah olah menjadi sedikit.

Namun hal itu tidak berlangsung lama, peserta kajian terus bertambah memenuhi segenap celah masjid. Kini masjid sudah tidak mampu lagi menampung peserta kajian. Karpet yang dibentangkan di sisi kiri masjid dan area parkir depan masjidpun sudah dipenuhi peserta. Sungguh menyenangkan melihat antusiasme para penuntut ilmu, suasana terik di luar masjid tidak mengurangi konsentrasi mendengar dan mencatat kajian. Semoga kita semua tetap istiqomah meniti jalan ini. Aamiin

 

akhirnya

Senin besok jika tidak ada aral melintang, diperkirakan akan terbit pengumuman yang sangat dinantikan. Pengumuman mengenai satu keputusan yang mungkin sejak 10 tahun lalu sudah menghiasi mimpi mimpi indah, keputusan yang bahkan sebagian orang berusaha membuang jauh jauh hanya demi menghindari rasa kecewa yang membuncah saat keputusan itu tak kunjung tiba. Keputusan yang akan membuka jalan karir seorang karyawan, menjadi titik awal masa kerja. Keputusan pengangkatan pegawai tetap..
Terus terang saya akan sangat berbahagia untuk teman teman saya yang akhirnya berhasil mendapatkan status ini. Teman teman yang mungkin hanya berselisih 1 atau 2 tahun dengan saya saat memulai kerja disini. Teman teman yang demikian setianya menantikan keputusan ini keluar, tetap bekerja memberikan yang terbaik, berjibaku menuntaskan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Entah berapa kali kekecewaan mendera, penantian tak kunjung tiba, penyerobotan yang demikian kasarnya, hingga hilangnya berkas dokumen yang hingga kini tetap menjadi misteri.
Namun hal tersebut tidak mempengaruhi etos kerjanya, tetap tekun bekerja seolah tidak ada yang terjadi..
Hmmm betapa perusahaan ini membutuhkan lebih banyak lagi orang orang seperti itu, loyalitas, integritas yang tak lekang oleh waktu, seakan tak pernah peduli dengan status yang tak jua diperoleh.
Betapa saya salut akan kegigihan mereka..
Selamat bergabung teman, semoga status ini tidak menghanyutkan kinerja yang telah ditunjukkan selama ini
*big hug

pulang

Hari ini kembali saya mendapat informasi tentang seseorang yang belum sempat saya kenal, masih muda mungkin, yang sudah meninggalkan dunia yang fana ini.
Seorang yang tidak saya kenal namun terasa begitu dekat, grup bb al ilmu menginforrmasikan hal ini tadi pagi, dan tiba tiba saja secara diam diam merasuk rasa kehilangan itu..
Sama seperti beberapa minggu yang lalu saya diinformasikan sahabat bahwa seseorang yang juga tidak saya kenal dekat telah meninggal. Beliau aktif di masjid yang biasa digunakan untuk kajian. Qadarulloh hari itu hari jum’at, sholat jenazah dilangsungkan setelah sholat jum’at sehingga saya berkesempatan untuk mengikutinya.. Rasa kehilangan yang amat sangat menghujam kalbu saat sholat jenazah dilangsungkan.
Tersirat pemikiran setelah sholat selesai dilangsungkan. Dimanakah kelak saya akan menemui sang penjemput, yang entah dimana mereka berada sekarang, berapa lama waktu yang masih saya miliki, dan yang lebih menakutkan lagi… apakah nanti saat tiba waktunya keadaan saya tidak lebih buruk dari saat ini…

Berikut kutipan yang saya terima dari grup bb al ilmu hari ini, sebuah teks dari jeda radiorodja yang menjadi favorit saya

“BAIT-BAIT KEMATIAN”
From : Catatan Pena al akh Adi Abu Albani – رحمه اللّه – pada Jeda Rodja “Al Maut”

“Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian
Ia tidak memiliki teman
Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu

Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya
Kita tidak akan bisa berlari ataupun bersembunyi darinya
Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh

Ia tidak memilki waktu
Ia terus bekerja sepanjang hari, sepanjang masa
Ia tidak menunggu seorang pun akan tetapi kita semua yang menunggunya

Ia adalah penghancur angan, penghancur keinginan, penghancur impian
Ia adalah akhir fase pertama manusia
Ia adalah kematian

Hiduplah sesuka hatimu
Tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan nafsumu
Katakan semaumu tentang islam, orang-orang sholeh, ketaatan dan kebaikan
Bergembiralah dan tertawalah sepuas puasmu kepada dunia

Kelak pada akhirnya engkau juga akan meregang di tengah sakaratul maut
Dan entah kapan, itu pasti akan menimpamu
Lalu engkau mati”

…dan entah kapan, itu pasti akan menimpa saya
lalu saya mati..

negosiasi

Akhirnya seluruh tahapan yang ditetapkan berhasil saya lewati. Mulai dari cv yang dikirimkan seorang rekan, pengisian formulir, interview user, psikotest, hingga BoD panel.
Tak mudah untuk menghadiri seluruh tahapan yang diminta. Kesibukan rutin serta tenggat waktu yang selalu menuntut untuk dipenuhi menyebabkan beberapa sesi terpaksa dijadwalkan kembali. Alhamdulillah mereka bisa memahami.
Hingga tibalah saat informasi itu disampaikan, ucapan selamat diberikan, penawaranpun diajukan.
Ternyata…
Mereka hanya menyetujui 2 dari 4 klausul yang saya ajukan.
Hmm..
Mungkin hasil test yang kurang memadai, ataupun memang pemintaan yang diajukan terlalu muluk untuk kompetensi yang saya miliki hingga mereka tidak menyetujuinya..
Entahlah..
Tampaknya proses negosiasi berakhir sudah..