Mendatangi

Berangkat pagi dari rumah, walau hari libur. Menempuh 35 kilometer. Menuju satu tempat yang belum pernah didatangi.
2 jam perjalanan ditempuh. Bergetar rasa saat mulai mendekati tempat kajian. Saat bersua para penuntut ilmu di sepanjang jalan. Tak hiraukan jauhnya jarak, bertekad kuat mendatangi ahli ilmu.
Tiba di lokasi. Di pinggiran kabupaten. Rasa haru membuncah. Dua lapangan parkir yang disediakan penuh sesak.
Peserta hadir dari segala penjuru. Kecamatan dan kota terdekat. Propinsi sekitar, bahkan dari luar pulau. Semoga kami semua diberikan kekuatan untuk selalu berada menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya.

image
Salah satu lapangan parkir yang penuh

tertinggal

Duduk tekun, mendengarkan kajian yang disampaikan. Ditengah tengah para penuntut ilmu lainnya. Pematerinya masih muda, begitupun dengan mayoritas peserta kajian. Rata rata masih di pertengahan usia 25-an.
Kitab yang dibawakan adalah kitab tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi. Sekilas sempat saya perhatikan bahwa kebanyakan peserta kajian membawa kitab yang berbahasa arab. Waduh.
Umumnya mereka telah memahami bahasa arab. Di usia relatif muda, mampu membaca dan memahami kitab berbahasa arab. Hmm.
Kemana waktu ini saya habiskan. Sangat jauh tertinggal pemahaman saya akan ilmu yang bermanfaat ini. Ilmu yang akan menjadi penentu selamat atau tidaknya saya di akhirat dan dunia ini..

Masjid Imam Ahmad bin Hambal

Perjumpaan pertama saya dengan masjid ini terjadi pada tahun 2007. Saat itu saya dalam perjalanan mencari kontrakan. Masjid belum seluas saat ini, di sebelah kiri masih terdapat lahan kosong. Saya sempat beberapa kali mengikuti kajian sebelum akhirnya diliburkan karena masjid akan dipugar. Lama saya tidak mengunjungi masjid ini hingga akhirnya hampir setahun kemudian kajian kembali dimulai.

Luas bangunan masjid bertambah hampir 100%, begitu pula sedikit lahan parkir di area masjid. Awal kajian di masjid yang baru dipugar masih terasa lenggang, Kapasitas masjid yang bertambah drastis membuat peserta kajian seolah olah menjadi sedikit.

Namun hal itu tidak berlangsung lama, peserta kajian terus bertambah memenuhi segenap celah masjid. Kini masjid sudah tidak mampu lagi menampung peserta kajian. Karpet yang dibentangkan di sisi kiri masjid dan area parkir depan masjidpun sudah dipenuhi peserta. Sungguh menyenangkan melihat antusiasme para penuntut ilmu, suasana terik di luar masjid tidak mengurangi konsentrasi mendengar dan mencatat kajian. Semoga kita semua tetap istiqomah meniti jalan ini. Aamiin