masa depan

Sejauh apa masa depan itu. Berapa lama lagi kah dia kan hadir. Sepanjang apa dapat dinikmati.
Menghabiskan waktu berjibaku. Menyelesaikan tugas hanya untuk mendapati tugas baru. Putaran yang tidak akan pernah berhenti. Continue reading

Advertisements

sebuah kepastian

tulisan ini diinspirasi oleh jeda rodja dan untaian mutiara nasihat di radio rodja
Mempersiapkan segala daya upaya untuk menghadapi hal yang pasti terjadi. Entah kapan. Tapi pasti menghampiri.
Sesuatu yang akan menjadi awal perjalanan panjang tak bertepi. Sendirian. Menantikan waktunya berbangkit.
Pemutus segala kelezatan. Kengerian yang tak terbayangkan. Bekal yang tak akan pernah cukup.
Perlahan mendatangi dia yang telah menunggu di balik tikungan..

pulang

Hari ini kembali saya mendapat informasi tentang seseorang yang belum sempat saya kenal, masih muda mungkin, yang sudah meninggalkan dunia yang fana ini.
Seorang yang tidak saya kenal namun terasa begitu dekat, grup bb al ilmu menginforrmasikan hal ini tadi pagi, dan tiba tiba saja secara diam diam merasuk rasa kehilangan itu..
Sama seperti beberapa minggu yang lalu saya diinformasikan sahabat bahwa seseorang yang juga tidak saya kenal dekat telah meninggal. Beliau aktif di masjid yang biasa digunakan untuk kajian. Qadarulloh hari itu hari jum’at, sholat jenazah dilangsungkan setelah sholat jum’at sehingga saya berkesempatan untuk mengikutinya.. Rasa kehilangan yang amat sangat menghujam kalbu saat sholat jenazah dilangsungkan.
Tersirat pemikiran setelah sholat selesai dilangsungkan. Dimanakah kelak saya akan menemui sang penjemput, yang entah dimana mereka berada sekarang, berapa lama waktu yang masih saya miliki, dan yang lebih menakutkan lagi… apakah nanti saat tiba waktunya keadaan saya tidak lebih buruk dari saat ini…

Berikut kutipan yang saya terima dari grup bb al ilmu hari ini, sebuah teks dari jeda radiorodja yang menjadi favorit saya

“BAIT-BAIT KEMATIAN”
From : Catatan Pena al akh Adi Abu Albani – رحمه اللّه – pada Jeda Rodja “Al Maut”

“Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian
Ia tidak memiliki teman
Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu

Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya
Kita tidak akan bisa berlari ataupun bersembunyi darinya
Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh

Ia tidak memilki waktu
Ia terus bekerja sepanjang hari, sepanjang masa
Ia tidak menunggu seorang pun akan tetapi kita semua yang menunggunya

Ia adalah penghancur angan, penghancur keinginan, penghancur impian
Ia adalah akhir fase pertama manusia
Ia adalah kematian

Hiduplah sesuka hatimu
Tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan nafsumu
Katakan semaumu tentang islam, orang-orang sholeh, ketaatan dan kebaikan
Bergembiralah dan tertawalah sepuas puasmu kepada dunia

Kelak pada akhirnya engkau juga akan meregang di tengah sakaratul maut
Dan entah kapan, itu pasti akan menimpamu
Lalu engkau mati”

…dan entah kapan, itu pasti akan menimpa saya
lalu saya mati..