Tiga Dasawarsa

Tiga dasawarsa berlalu sejak saya terakhir mengunjungi masjid ini. Waktu itu keluarga saya baru saja pindah ke kota ini. Ayah mengajak kami sholat tarawih disini.
Masjid ini merupakan masjid besar pada saat itu. Terletak tepat di tengah kota. Kota kecil yang saat itu baru berstatus kecamatan.
Sekelebat ingatan muncul saat saya kembali mengunjungi masjid ini. Teringat kembali saat saya be

rkejaran,

berlari lari di sela shaft. Mungkin di masjid ini pula saya pertama kali melaksanakan sholat jum’at. Pesan ayah saat itu sederhana saja, ikuti gerakan ayah.
Tak banyak perubahan yang terjadi di masjid ini. Lantai yang digunakan masih sama seperti dahulu. Hanya AC split saja yang tampak menjadi pembeda.
Lingkungan sekitar masjid sudah sangat jauh berbeda. Sekolah berlantai dua berdiri megah di samping masjid. Jalan raya 4 lajur di depan masjid. Semua sudah jauh berubah. Masjid dan menara ini masih seperti dulu. Tiga dasawarsa yang lalu.

Advertisement

Masjid Imam Ahmad bin Hambal

Perjumpaan pertama saya dengan masjid ini terjadi pada tahun 2007. Saat itu saya dalam perjalanan mencari kontrakan. Masjid belum seluas saat ini, di sebelah kiri masih terdapat lahan kosong. Saya sempat beberapa kali mengikuti kajian sebelum akhirnya diliburkan karena masjid akan dipugar. Lama saya tidak mengunjungi masjid ini hingga akhirnya hampir setahun kemudian kajian kembali dimulai.

Luas bangunan masjid bertambah hampir 100%, begitu pula sedikit lahan parkir di area masjid. Awal kajian di masjid yang baru dipugar masih terasa lenggang, Kapasitas masjid yang bertambah drastis membuat peserta kajian seolah olah menjadi sedikit.

Namun hal itu tidak berlangsung lama, peserta kajian terus bertambah memenuhi segenap celah masjid. Kini masjid sudah tidak mampu lagi menampung peserta kajian. Karpet yang dibentangkan di sisi kiri masjid dan area parkir depan masjidpun sudah dipenuhi peserta. Sungguh menyenangkan melihat antusiasme para penuntut ilmu, suasana terik di luar masjid tidak mengurangi konsentrasi mendengar dan mencatat kajian. Semoga kita semua tetap istiqomah meniti jalan ini. Aamiin

 

Disana Hatiku Terpaut

9 jam sudah saya meninggalkan kota ini, 4 hari kunjungan yang sungguh meninggalkan berjuta kesan..
Masjid yang selama ini hanya dapat saya impikan akhirnya benar-benar nyata dihadapan. Suasana yang tak kan pernah saya lupakan, dini hari 4 Maret 2012 akan selalu terpatri dalam ingatan.
Terbaring kini saya di sudut hotel kota yang berbeda, dalam isakan tangis, meredam kerinduan tak terkira terhadap kota itu, berharap bisa segera berjumpa kembali..