Hari ini kembali saya berkesempatan mengikuti pesta wirausaha (PWU), event yang diselenggarakan oleh komunitas tangan di atas. Acara tahun ini semakin kolosal saja, jumlah hari penyelenggaran yang menjadi 3 hari, bertambah 1 hari dibanding tahun lalu, pembicara yang semakin banyak, dan tentu saja peserta yang hadir.
Sayangnya pada tahun ini saya hanya bisa mengikuti acara hari kedua saja. Kesibukan saya sebagai karyawan menyebabkan saya absen di hari pertama, sementara di hari ketiga esok kembali saya berhalangan karena akan mengikuti acara yang lebih utama yaitu kajian di MIAH..
1 tahun berlalu, rekan rekan yang hadir tahun lalu mungkin sudah ada yang memulai usahanya, omsetnya berkembang, atau bahkan go global, sementara saya.. he he..
Masih setia dengan karyawan, sedikit investasi di lembaran saham, dan masih juga bingung mau usaha apa..
Seorang kawan selalu memberi masukan untuk menikmati proses, itulah yang saya lakukan saat ini, menikmati proses, mengikuti seminar, berupaya mendapatkan pencerahan dari orang orang besar di negeri ini, sambil terus berupaya memberikan yang terbaik di satu satunya profesi yang saya kenal dengan baik, menjadi karyawan..
Author: bayusubayu
foto
Hampir setahun yang lalu saya memutuskan untuk memiliki kamera dslr, setelah sekian lama hanya menjadi pengamat rekan rekan di kantor. Sebuah kamera dslr lawas dengan masa edar tahun 2006 – 2008 menjadi pilihan, pertimbangan yang digunakan sederhana saja.. Dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli dia he he.. Body only, ya saya hanya membeli bodynya saja, saya belum tahu objek apa yang sangat saya inginkan untuk difoto.
Untuk berlatih, seorang rekan dengan senang hati meminjamkan lensa lensanya, mulai dari sapu jagad, fix, wide hingga makro.. Faktor ini juga yang menjadi pertimbangan saya memilih merk kamera, disesuaikan dengan lingkungan, sehingga saya bisa mencoba terlebih dahulu lensa yang sesuai sebelum memutuskan untuk membelinya.
Lensa fix dengan bukaan sangat lebar menjadi lensa pertama saya. Lensa ini bisa menghasilkan latar belakang objek yang sangat buram. Saya menyukai mengambil objek dengan latar belakang yang buram (bokeh, terjadi karena depth of field yang tipis), cara ini menonjolkan objek yang menjadi fokus foto.
Selanjutnya saya akan upload beberapa foto dalam blog ini..
penjaga gerbang
Penjaga gerbang berdiri lunglai di sisi gerbang, terlalu lelah ia mengawasi barang barang yang terus mendesak masuk.
Sebenarnya tugas utama yang dipercayakannya tidak terlalu rumit, hanya memastikan seluruh barang yang masuk sudah memenuhi prasyarat yang ditentukan, mulai dari permintaan, ketersediaan, perencanaan, hingga pengadaan.
Dengan sekuat tenaga penjaga gerbang berupaya melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya. Alat alat pendukung yang membantu kelancaran tugasnya pun tersedia, semua diupayakan supaya kaku. Hanya ada dan tidak, memenuhi dan tidak memenuhi, hitam dan putih, sesederhana itu.
Namun apa daya, saat ia melaksanakan tugasnya dengan sungguh sungguh, terlampau banyak tuntutan dan rengekan, berjuta alasan dikemukakan hanya untuk mendorong barang masuk. Bahkan alat pendukung yang sudah kaku diupayakan untuk dimodifikasi supaya dapat mengakomodir keperluan tadi.
Hmm.. Lelah lunglai sangat, entah sampai kapan penjaga gerbang dapat bertahan
menanti kajian
heart touching moments
Saya mendapatkan kosa kata heart touching moments dari sebuah iklan serial di televisi berbayar. There have been heart touching moments, begitu kalimat lengkapnya. Terjemahan bebasnya kira kira momen yang menyentuh hati he he.. cmimw.
Momen yang menyentuh.. Mungkin lebih condong ke saat saat yang menyemburatkan rasa haru dalam hati. Begitu banyak momen yang dapat mendorong perasaan haru. Rasa haru yang tiba tiba muncul tanpa mampu dibendung, hingga menggulirkan setetes air di pelupuk mata.
Peristiwa yang berpotensi menjadi heart touching moments bagi saya diantaranya:
Menghadiri kajian, terlebih lagi jika membahas tentang keutamaan para sahabat rodiallohuanhu, mahalnya hidayah, dan kewajiban berbakti kepada orangtua.
Hadir dalam akad nikah, saya selalu membayangkan bagaimana perasaan orangtua mempelai wanita saat melepas putri tercintanya dan mempercayakannya kepada laki laki yang mungkin belum sepenuhnya dia kenal, entah perasaan apa saja yang berkecamuk di hati para ayah..
Mengikuti sholat jenazah dan mengantarkan ke pemakaman, peristiwa ini pasti mendorong kekhawatiran pada saya, apakah yang akan terjadi nanti saat saya yang terbujur kaku..
Selain momen momen diatas terdapat juga momen lain yang mungkin dirasakan oleh sebagian orang terlalu biasa, namun entah mengapa bagi saya tetap memiliki potensi menjadi heart touching moments, diantaranya:
Saat tim kesayangan bangkit dan memenangkan pertandingan seperti peristiwa istambul 2005 he he… Pertandingan liga regulerpun mampu membangkitkan sensasi ini.
Saat perusahaan tempat saya bekerja mengikuti awarding dan berhasil melampaui target bod.
Saya meyakini tidak semua momen memiliki penjelasan logis mengenai kemampuannya menggetarkan hati, terkadang guliran air mengalir deras di satu momen, namun di momen lain yang hampir sama getaran tersebut hampir tidak dirasakan..
Bahkan membaca bbm pamitan dari seorang sahabat yang akan merantau jauhpun mampu menjadi heart touching moments yang teramat sangat.
