momen

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan foto adalah momen. Objek yang sama yang diambil dalam momen yang berbeda akan menghasilkan foto yang berbeda.
Minggu lalu saya mengalami kegagalan foto akibat momen yang salah. Setibanya di lokasi, objek tersebut hampir tidak dapat ditangkap kamera karena lampu lampu sudah dimatikan. Tak lama kemudian petugas keamanan datang menghampiri kami dan menginformasikan bahwa lokasi tersebut sudah tertutup bagi umum.. Jam malam sudah berlaku, keinginan untuk menangkap keindahan objek pun sirna.. Terpaku memandang hasil foto yang hanya menanpilkan gelapnya malam..

kesejahteraan karyawan

Menemukan tempat parkir kosong mulai menjadi kendala di kantor ini, terlebih lagi jika datang terlambat. Lahan parkir ini seakan menjadi saksi pertumbuhan ekonomi karyawan.
Saat saya mulai bekerja di awal milenium baru, lahan ini terasa begitu lenggangnya, hanya kendaraan dinas ataupun kendaraan utility yang menempatinya. Saat itu jarang ditemukan karyawan yang menggunakan kendaraan roda empat ke kantor, hanya karyawan yang benar benar senior yang menggunakannya. Kendaraan roda dua masih mendominasi, itupun hanya segelintir yang membelinya dari baru.
Tak lama kemudian gelombang motor cina menyerbu, memaksa merk yang sudah lebih mapan untuk mengeluarkan varian yang lebih ekonomis. Saat itulah motor motor baru mulai memenuhi lahan parkir. Saya serta sebagian besar karyawan lain masih menggunakan angkutan umum.
Seiring perjalanan waktu, lapangan parkir pun mulai penuh. Salah seorang karyawan senior, yang bergabung dengan perusahaan ini sejak tahun 1993, baru saya mengganti motornya dengan motor bebek terbaru saat saya diterima bekerja disini.
Kondisi yang jauh berbeda terjadi kini, hampir seluruh karyawan membawa kendaraan ke kantor, sebagian besar menggunakan kendaraan roda empat. Bahkan karyawan yang belum genap setahun bekerja sudah mampu mencicil kendaraan roda empat dari dealer. Kinerja perusahaan yang sangat baik dalam 4 tahun terakhir berimbas pada peningkatan kesejahteraan karyawan.
Semoga saja hal ini tidak mengakibatkan terlenanya karyawan dan bersikap seolah olah kondisi ini akan berlangsung selamanya. Betapa banyak titik titik kritis yang harus dibenahi untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan ini di kemudian hari.

capung

Foto foto ini diambil dengan lensa mikro keluaran tahun 83. Setelah berburu cukup lama akhirnya saya mendapatkannya melalui http://www.bursa.fotografer.net. Faktor value for money menjadi pendorong utama keputusan saya memilihnya.
Lensa ini memiliki pembesaran 1:1, kualitas optik dan mekanik yang mumpuni, walaupun masih manual, tidak memiliki fitur peredam getar dan bukaannya yang hanya mencapai f/4. Namun segala fitur utama untuk mengambil foto makro telah dipenuhi. Hal ini saya ketahui dari ulasan di situs http://www.kenrockwell.com, situs utama yang selalu menjadi rujukan saya saat ingin menambah peralatan foto saya.
Keberhasilan poto makro berdasarkan yang saya alami sangat ditentukan oleh kemauan objek menjadi model, beberapa capung yang saya dekati langsung kabur dan tak kembali. Ada juga capung yang membiarkan saya mengambil potonya dari berbagai sudut, terkadang kepalanya mengikuti arah kamera he he.. Narsis tampaknya sudah menjalar hingga ke capung.

terhenyak

Terhenyak saya seketika saat mengetahui tahun kelahiran generasi baru di subdit ini..
Kelahiran tahun 1992
1992?
*glek
Kibasan pedang sang waktu kembali beraksi
Terasa uzur sungguh
Terbayang saat hari pertama bekerja disini, 2 tahun lebih tua dari umur karyawan baru itu, fresh graduate.
Kondisinya kurang lebih sama, saya masuk ke lingkungan yang rata rata usianya jauh diatas saya, beda satu angka di digit ketiga tahun kelahiran. Bahkan beberapa sudah selisih 2 angka di digit tersebut. Beberapa orang yang saya kenal sudah pensiun, sebagian lagi mulai menghitung mundur sisa waktu aktifnya.
Saya masuk kantor ini di tahun pertama setelah milenium baru.. Terasa jauh sudah.. Tersayat sayat pedang..

Rumah yang sebenar benar

Bahasa inggris membedakan kata home dan house, situs http://www.oxforddictionaries.com memberikan penjelasan sebagai berikut:

House >> a building for human habitation, especially one that is lived in by a family or small group of people.

Home >> the place where one lives permanently, especially as a member of a family or household

Sekilas makna yang diberikan tampak sama, dengan penekanan home merupakan tempat tinggal permanen. Saya sendiri cenderung menempatkan kata home setingkat diatas house. Terkadang seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, namun tidak di semua tempat bisa ditemukan home.
Saya sendiri setelah melalui berbagai penugasan akhirnya menyadari bahwa disinilah saya menemukan home, menemukan suasana rumah yang sebenar benar.
Rumah ini tidak besar, namun komplit, semua kebutuhan saya akan ruangan terpenuhi, halaman rumput yang tertata rapi, pohon mangga, cabe, dan 2 jenis pohon kantong semar yang sudah berkali kali mengering dan kembali segar di musim penghujan. Cuaca yang cenderung adem, curah hujan melimpah, air yang segar. Jajanan yang variatif he he..
Terlalu banyak faktor yang mendukung suasana, namun yang paling berperan dalam kenyamanan saya tinggal disini adalah lingkungan sekitar. Disinilah saya mendapatkan kesempatan untuk bertetangga dengan ahli ilmu, setiap kajian beliau selalu dipenuhi oleh para penuntut ilmu yang datang dari segenap penjuru, bergaul dengan para penjual minyak wangi yang tak segan segan membagikan minyaknya..
Banyak kenangan indah di komplek ini, hampir semuanya dilalui bersama para penjual minyak wangi, melantunkan adzan untuk pertama kalinya, menyembelih hewan kurban untuk pertama kalinya, menunggu sholat isya sambil mendengarkan nasihat ahli ilmu, hingga berburu sholat malam di bulan romadhon..
Disini juga saya berusaha untuk survive, menempuh hampir 4 jam setiap hari untuk mencari nafkah, bergelantungan di kereta, duduk berhimpit di omprengan, zigzag dengan ojek, atau mati gaya di halte menunggu bis yang tak kunjung tiba…
Kini rumah ini hanya bisa saya kunjungi pada akhir pekan saat menghadiri kajian, berupaya mengejar ketertinggalan dalam memahami ilmu yang bermanfaat..