momen

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan foto adalah momen. Objek yang sama yang diambil dalam momen yang berbeda akan menghasilkan foto yang berbeda.
Minggu lalu saya mengalami kegagalan foto akibat momen yang salah. Setibanya di lokasi, objek tersebut hampir tidak dapat ditangkap kamera karena lampu lampu sudah dimatikan. Tak lama kemudian petugas keamanan datang menghampiri kami dan menginformasikan bahwa lokasi tersebut sudah tertutup bagi umum.. Jam malam sudah berlaku, keinginan untuk menangkap keindahan objek pun sirna.. Terpaku memandang hasil foto yang hanya menanpilkan gelapnya malam..

foto

Hampir setahun yang lalu saya memutuskan untuk memiliki kamera dslr, setelah sekian lama hanya menjadi pengamat rekan rekan di kantor. Sebuah kamera dslr lawas dengan masa edar tahun 2006 – 2008 menjadi pilihan, pertimbangan yang digunakan sederhana saja.. Dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli dia he he.. Body only, ya saya hanya membeli bodynya saja, saya belum tahu objek apa yang sangat saya inginkan untuk difoto.
Untuk berlatih, seorang rekan dengan senang hati meminjamkan lensa lensanya, mulai dari sapu jagad, fix, wide hingga makro.. Faktor ini juga yang menjadi pertimbangan saya memilih merk kamera, disesuaikan dengan lingkungan, sehingga saya bisa mencoba terlebih dahulu lensa yang sesuai sebelum memutuskan untuk membelinya.
Lensa fix dengan bukaan sangat lebar menjadi lensa pertama saya. Lensa ini bisa menghasilkan latar belakang objek yang sangat buram. Saya menyukai mengambil objek dengan latar belakang yang buram (bokeh, terjadi karena depth of field yang tipis), cara ini menonjolkan objek yang menjadi fokus foto.
Selanjutnya saya akan upload beberapa foto dalam blog ini..