Rumah yang sebenar benar

Bahasa inggris membedakan kata home dan house, situs http://www.oxforddictionaries.com memberikan penjelasan sebagai berikut:

House >> a building for human habitation, especially one that is lived in by a family or small group of people.

Home >> the place where one lives permanently, especially as a member of a family or household

Sekilas makna yang diberikan tampak sama, dengan penekanan home merupakan tempat tinggal permanen. Saya sendiri cenderung menempatkan kata home setingkat diatas house. Terkadang seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, namun tidak di semua tempat bisa ditemukan home.
Saya sendiri setelah melalui berbagai penugasan akhirnya menyadari bahwa disinilah saya menemukan home, menemukan suasana rumah yang sebenar benar.
Rumah ini tidak besar, namun komplit, semua kebutuhan saya akan ruangan terpenuhi, halaman rumput yang tertata rapi, pohon mangga, cabe, dan 2 jenis pohon kantong semar yang sudah berkali kali mengering dan kembali segar di musim penghujan. Cuaca yang cenderung adem, curah hujan melimpah, air yang segar. Jajanan yang variatif he he..
Terlalu banyak faktor yang mendukung suasana, namun yang paling berperan dalam kenyamanan saya tinggal disini adalah lingkungan sekitar. Disinilah saya mendapatkan kesempatan untuk bertetangga dengan ahli ilmu, setiap kajian beliau selalu dipenuhi oleh para penuntut ilmu yang datang dari segenap penjuru, bergaul dengan para penjual minyak wangi yang tak segan segan membagikan minyaknya..
Banyak kenangan indah di komplek ini, hampir semuanya dilalui bersama para penjual minyak wangi, melantunkan adzan untuk pertama kalinya, menyembelih hewan kurban untuk pertama kalinya, menunggu sholat isya sambil mendengarkan nasihat ahli ilmu, hingga berburu sholat malam di bulan romadhon..
Disini juga saya berusaha untuk survive, menempuh hampir 4 jam setiap hari untuk mencari nafkah, bergelantungan di kereta, duduk berhimpit di omprengan, zigzag dengan ojek, atau mati gaya di halte menunggu bis yang tak kunjung tiba…
Kini rumah ini hanya bisa saya kunjungi pada akhir pekan saat menghadiri kajian, berupaya mengejar ketertinggalan dalam memahami ilmu yang bermanfaat..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s