Mengorbankan suatu hal untuk mendapatkan hal yang lain. Semakin banyak yang dikorbankan semakin banyak yang didapat. Mendapatkan semuanya tanpa ada yang berkurang merupakan kondisi yang hampir tak dapat dicapai. Doktrin inilah yang selalu ditanamkan oleh pengajar ilmu ekonomi.
Mendapatkan manfaat dari pengurangan manfaat yang lain. Mendapatkan benefit, menukarnya dengan waktu yang tersisa. Dua sisi yang seolah berseberangan. Kata yang tersedia adalah atau, bukan dan.
Semakin banyak benefit yang diterima. Semakin tinggi manfaat yang diperoleh. Semakin berkurang waktu yang ada.
Dimanakah titik optimal itu. Waktu yang sudah sedikit semakin sedikit. Hari hari dilalui mengejar benefit. Benefit yang menuntut beragam konsekwensi.
Hari berganti minggu. Benefit yang menyenangkan kini semakin menuntut. Mengambil porsi yang bukan peruntukannya. Waktu yang sedikit semakin sedikit.
Mengais-ngais waktu yang tersisa. Terkadang masih juga dirongrongnya. Tersandera..
Uncategorized
Semakin Dalam
Terperosok. Semakin dalam. Lebih dalam lagi.
Waktu berlalu. Kebijakan ditempuh. Upaya dilakukan.
Semakin dalam. Semakin kelam. Semakin mencekam.
Kehabisan waktu. Kehabisan sumber daya. Where did we go wrong…
Mendatangi
Berangkat pagi dari rumah, walau hari libur. Menempuh 35 kilometer. Menuju satu tempat yang belum pernah didatangi.
2 jam perjalanan ditempuh. Bergetar rasa saat mulai mendekati tempat kajian. Saat bersua para penuntut ilmu di sepanjang jalan. Tak hiraukan jauhnya jarak, bertekad kuat mendatangi ahli ilmu.
Tiba di lokasi. Di pinggiran kabupaten. Rasa haru membuncah. Dua lapangan parkir yang disediakan penuh sesak.
Peserta hadir dari segala penjuru. Kecamatan dan kota terdekat. Propinsi sekitar, bahkan dari luar pulau. Semoga kami semua diberikan kekuatan untuk selalu berada menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya.

Tiga Dasawarsa
Tiga dasawarsa berlalu sejak saya terakhir mengunjungi masjid ini. Waktu itu keluarga saya baru saja pindah ke kota ini. Ayah mengajak kami sholat tarawih disini.
Masjid ini merupakan masjid besar pada saat itu. Terletak tepat di tengah kota. Kota kecil yang saat itu baru berstatus kecamatan.
Sekelebat ingatan muncul saat saya kembali mengunjungi masjid ini. Teringat kembali saat saya be
rkejaran,
berlari lari di sela shaft. Mungkin di masjid ini pula saya pertama kali melaksanakan sholat jum’at. Pesan ayah saat itu sederhana saja, ikuti gerakan ayah.
Tak banyak perubahan yang terjadi di masjid ini. Lantai yang digunakan masih sama seperti dahulu. Hanya AC split saja yang tampak menjadi pembeda.
Lingkungan sekitar masjid sudah sangat jauh berbeda. Sekolah berlantai dua berdiri megah di samping masjid. Jalan raya 4 lajur di depan masjid. Semua sudah jauh berubah. Masjid dan menara ini masih seperti dulu. Tiga dasawarsa yang lalu.
Persiapan
Kembali lagi melewati tahapan ini. RUPS kinerja tingkat staff. Tahapan pertama dari tiga tahap yang akan menentukan diterima atau tidaknya kinerja untuk tahun buku yang baru saja ditutup.
Persiapan menghadapi rapat tahun ini lebih matang dibanding tahun tahun sebelumnya. Materi rapat sudah kami selesaikan jauh sebelum diminta pemegang saham. Jeda waktu yang panjang antara penyelesaian materi dan tenggat waktu pengumpulan materi membuat proses review materi dapat dilakukan dengan lebih cermat dan seksama.
Halaman demi halaman dapat saya baca dengan tenang. Kalimat per kalimat. Angka demi angka. Tabel demi tabel. Hubungan antar tabel, kesesuaian materi dengan materi tahun sebelumnya. Hampir seluruh aspek dalam materi dapat direview.
Menjelang tenggat waktu usai, kami sudah tidak disibukkan lagi dengan penyelesaian materi. Kami dapat memaksimalkan waktu untuk mempersiapkan ‘contekan’. Saya menuliskan detail angka yang disebut dalam materi di halaman kosong , tepat di samping tabel yang mencantumkan angka tersebut. Dengan menuliskan detail, otomatis saya telah menyegarkan kembali ingatan akan asal dari angka angka tersebut. Selain itu sekiranya ada pertanyaan yang timbul sehubungan angka dalam tabel, dengan mudah saya dapat menemukan detailnya. Tidak perlu terlalu lama menghabiskan waktu membulak balik kertas print out, mencari detail angka.
Hingga tibalah waktunya rapat. Persiapan yang cukup matang membuat semerbak aura percaya diri mengelilingi ruangan. Memang tidak semua pertanyaan yang ditanyakan pemegang saham dapat langsung dijawab. Beberapa kekeliruan masih ada, namun prosentasenya tidak sebesar tahun tahun lalu.
Paling menggembirakan saat rapat ditutup. Pemegang saham tidak meninggalkan seberkas dokumen untuk direvisi. Alhamdulillah. Setelah berulang kali kami diberikan dokumen revisi, rapat kali ini dapat kami lewati tanpa adanya koreksi besar terhadadap materi.
Akhirnya kami bisa melewatinya. Hambatan besar yang seolah olah sudah menempel pada kami. Sekarang kami tanggalkan image itu. Alhamdulillah. Congrats buat seluruh tim, terimakasih buat Mr A, you did it!