Tiga Dasawarsa

Tiga dasawarsa berlalu sejak saya terakhir mengunjungi masjid ini. Waktu itu keluarga saya baru saja pindah ke kota ini. Ayah mengajak kami sholat tarawih disini.
Masjid ini merupakan masjid besar pada saat itu. Terletak tepat di tengah kota. Kota kecil yang saat itu baru berstatus kecamatan.
Sekelebat ingatan muncul saat saya kembali mengunjungi masjid ini. Teringat kembali saat saya be

rkejaran,

berlari lari di sela shaft. Mungkin di masjid ini pula saya pertama kali melaksanakan sholat jum’at. Pesan ayah saat itu sederhana saja, ikuti gerakan ayah.
Tak banyak perubahan yang terjadi di masjid ini. Lantai yang digunakan masih sama seperti dahulu. Hanya AC split saja yang tampak menjadi pembeda.
Lingkungan sekitar masjid sudah sangat jauh berbeda. Sekolah berlantai dua berdiri megah di samping masjid. Jalan raya 4 lajur di depan masjid. Semua sudah jauh berubah. Masjid dan menara ini masih seperti dulu. Tiga dasawarsa yang lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s