Kembali lagi melewati tahapan ini. RUPS kinerja tingkat staff. Tahapan pertama dari tiga tahap yang akan menentukan diterima atau tidaknya kinerja untuk tahun buku yang baru saja ditutup.
Persiapan menghadapi rapat tahun ini lebih matang dibanding tahun tahun sebelumnya. Materi rapat sudah kami selesaikan jauh sebelum diminta pemegang saham. Jeda waktu yang panjang antara penyelesaian materi dan tenggat waktu pengumpulan materi membuat proses review materi dapat dilakukan dengan lebih cermat dan seksama.
Halaman demi halaman dapat saya baca dengan tenang. Kalimat per kalimat. Angka demi angka. Tabel demi tabel. Hubungan antar tabel, kesesuaian materi dengan materi tahun sebelumnya. Hampir seluruh aspek dalam materi dapat direview.
Menjelang tenggat waktu usai, kami sudah tidak disibukkan lagi dengan penyelesaian materi. Kami dapat memaksimalkan waktu untuk mempersiapkan ‘contekan’. Saya menuliskan detail angka yang disebut dalam materi di halaman kosong , tepat di samping tabel yang mencantumkan angka tersebut. Dengan menuliskan detail, otomatis saya telah menyegarkan kembali ingatan akan asal dari angka angka tersebut. Selain itu sekiranya ada pertanyaan yang timbul sehubungan angka dalam tabel, dengan mudah saya dapat menemukan detailnya. Tidak perlu terlalu lama menghabiskan waktu membulak balik kertas print out, mencari detail angka.
Hingga tibalah waktunya rapat. Persiapan yang cukup matang membuat semerbak aura percaya diri mengelilingi ruangan. Memang tidak semua pertanyaan yang ditanyakan pemegang saham dapat langsung dijawab. Beberapa kekeliruan masih ada, namun prosentasenya tidak sebesar tahun tahun lalu.
Paling menggembirakan saat rapat ditutup. Pemegang saham tidak meninggalkan seberkas dokumen untuk direvisi. Alhamdulillah. Setelah berulang kali kami diberikan dokumen revisi, rapat kali ini dapat kami lewati tanpa adanya koreksi besar terhadadap materi.
Akhirnya kami bisa melewatinya. Hambatan besar yang seolah olah sudah menempel pada kami. Sekarang kami tanggalkan image itu. Alhamdulillah. Congrats buat seluruh tim, terimakasih buat Mr A, you did it!
Uncategorized
Hilang
Reboot. Restart. Terus berputar. Home screen yang ditunggu tak pernah tiba.
Cabut batre. Cabut sim card. Cabut memory card. Semua seakan percuma. Saat layar kecil itu kembali menampilkan loading sistem.
Ketakutan akan hilangnya data mulai mencuat. Kebiasaan back up data yang kerap dilupakan seiring pemanfaatan media penyimpanan awan, cloud. Berharap service center resmi mampu menampilkan kembali data itu.
Harapan sirna tak lama setelah mengunjungi service center. Petugas yang ditemui tidak memiliki solusi untuk menampilkan data itu. Hanya mampu mengatakan perkiraan lamanya rawat inap. 2 bulan tanpa kejelasan data kembali. Thanks but no thanks.
Tampaknya kehilangan data akan segera menjadi kenyataan. Nomor telpon, catatan kajian, agenda kegiatan selama hampir 2 tahun ini akan lenyap. Cukup sudah menyimpan di media internal. Media penyimpanan awan akan menjadi pilihan.
ke sini lagi
Kembali kesini. Kota tempat saya dilahirkan. Kota yang dulu begitu akrabnya. Kota yang dulu menjadi satu satunya tujuan saat lebaran tiba.
Pertengahan tahun sembilan puluhan. 3 tahun saya habiskan di kota ini untuk menamatkan sekolah menengah. 2 trayek angkutan kota membawa saya setiap harinya. Turun di perapatan ijen untuk transit. Menyusuri jalan pungkur. Menunggu angkot berikutnya.
Menyusuri jalur ini membuka kembali ingatan lama. Saat saat berjibaku mempersiapkan umptn. Menghabiskan hari di sekolah dan bimbel. Semuanya saat ini terlihat begitu sederhana..
sendirian di ketinggian
Suasana pertemuan pagi ini begitu membekas. Belum pernah saya mendapatkan beliau dalam posisi ini. Aura kelelahan, kecewa, dan geram tampak mendominasi pengarahannya.
Posisi yang sungguh sulit. Bahkan sekedar untuk membayangkannya. Beberapa persoalan besar yang harus segera diselesaikan selalu menemani hari hari beliau.
Sendirian di ketinggian. Semakin tinggi tanggung jawab. Semakin berat beban dirasa. Semakin sedikit yang bisa diceritakan. Semakin sedikit waktu untuk berbagi. Semua ditanggung sendiri. Sendirian di ketinggian..
masih tersisa
Dua periode sudah berlalu. Finalisasi report hampir usai. Pemeriksa sudah ditarik.
Persoalan ini belum juga tuntas. Seluruh kemampuan dicurahkan sudah demi terwujudnya hal ini. Namun efeknya masih tersisa hingga kini.
Seluruh kemampuan kembali dikerahkan. Untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Menyelesaikan hingga benar benar selesai..