Terhenyak saya seketika saat mengetahui tahun kelahiran generasi baru di subdit ini..
Kelahiran tahun 1992
1992?
*glek
Kibasan pedang sang waktu kembali beraksi
Terasa uzur sungguh
Terbayang saat hari pertama bekerja disini, 2 tahun lebih tua dari umur karyawan baru itu, fresh graduate.
Kondisinya kurang lebih sama, saya masuk ke lingkungan yang rata rata usianya jauh diatas saya, beda satu angka di digit ketiga tahun kelahiran. Bahkan beberapa sudah selisih 2 angka di digit tersebut. Beberapa orang yang saya kenal sudah pensiun, sebagian lagi mulai menghitung mundur sisa waktu aktifnya.
Saya masuk kantor ini di tahun pertama setelah milenium baru.. Terasa jauh sudah.. Tersayat sayat pedang..
Uncategorized
Rumah yang sebenar benar
Bahasa inggris membedakan kata home dan house, situs http://www.oxforddictionaries.com memberikan penjelasan sebagai berikut:
House >> a building for human habitation, especially one that is lived in by a family or small group of people.
Home >> the place where one lives permanently, especially as a member of a family or household
Sekilas makna yang diberikan tampak sama, dengan penekanan home merupakan tempat tinggal permanen. Saya sendiri cenderung menempatkan kata home setingkat diatas house. Terkadang seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, namun tidak di semua tempat bisa ditemukan home.
Saya sendiri setelah melalui berbagai penugasan akhirnya menyadari bahwa disinilah saya menemukan home, menemukan suasana rumah yang sebenar benar.
Rumah ini tidak besar, namun komplit, semua kebutuhan saya akan ruangan terpenuhi, halaman rumput yang tertata rapi, pohon mangga, cabe, dan 2 jenis pohon kantong semar yang sudah berkali kali mengering dan kembali segar di musim penghujan. Cuaca yang cenderung adem, curah hujan melimpah, air yang segar. Jajanan yang variatif he he..
Terlalu banyak faktor yang mendukung suasana, namun yang paling berperan dalam kenyamanan saya tinggal disini adalah lingkungan sekitar. Disinilah saya mendapatkan kesempatan untuk bertetangga dengan ahli ilmu, setiap kajian beliau selalu dipenuhi oleh para penuntut ilmu yang datang dari segenap penjuru, bergaul dengan para penjual minyak wangi yang tak segan segan membagikan minyaknya..
Banyak kenangan indah di komplek ini, hampir semuanya dilalui bersama para penjual minyak wangi, melantunkan adzan untuk pertama kalinya, menyembelih hewan kurban untuk pertama kalinya, menunggu sholat isya sambil mendengarkan nasihat ahli ilmu, hingga berburu sholat malam di bulan romadhon..
Disini juga saya berusaha untuk survive, menempuh hampir 4 jam setiap hari untuk mencari nafkah, bergelantungan di kereta, duduk berhimpit di omprengan, zigzag dengan ojek, atau mati gaya di halte menunggu bis yang tak kunjung tiba…
Kini rumah ini hanya bisa saya kunjungi pada akhir pekan saat menghadiri kajian, berupaya mengejar ketertinggalan dalam memahami ilmu yang bermanfaat..
bersua lagi
Hari ini kembali saya berkesempatan mengikuti pesta wirausaha (PWU), event yang diselenggarakan oleh komunitas tangan di atas. Acara tahun ini semakin kolosal saja, jumlah hari penyelenggaran yang menjadi 3 hari, bertambah 1 hari dibanding tahun lalu, pembicara yang semakin banyak, dan tentu saja peserta yang hadir.
Sayangnya pada tahun ini saya hanya bisa mengikuti acara hari kedua saja. Kesibukan saya sebagai karyawan menyebabkan saya absen di hari pertama, sementara di hari ketiga esok kembali saya berhalangan karena akan mengikuti acara yang lebih utama yaitu kajian di MIAH..
1 tahun berlalu, rekan rekan yang hadir tahun lalu mungkin sudah ada yang memulai usahanya, omsetnya berkembang, atau bahkan go global, sementara saya.. he he..
Masih setia dengan karyawan, sedikit investasi di lembaran saham, dan masih juga bingung mau usaha apa..
Seorang kawan selalu memberi masukan untuk menikmati proses, itulah yang saya lakukan saat ini, menikmati proses, mengikuti seminar, berupaya mendapatkan pencerahan dari orang orang besar di negeri ini, sambil terus berupaya memberikan yang terbaik di satu satunya profesi yang saya kenal dengan baik, menjadi karyawan..
foto
Hampir setahun yang lalu saya memutuskan untuk memiliki kamera dslr, setelah sekian lama hanya menjadi pengamat rekan rekan di kantor. Sebuah kamera dslr lawas dengan masa edar tahun 2006 – 2008 menjadi pilihan, pertimbangan yang digunakan sederhana saja.. Dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli dia he he.. Body only, ya saya hanya membeli bodynya saja, saya belum tahu objek apa yang sangat saya inginkan untuk difoto.
Untuk berlatih, seorang rekan dengan senang hati meminjamkan lensa lensanya, mulai dari sapu jagad, fix, wide hingga makro.. Faktor ini juga yang menjadi pertimbangan saya memilih merk kamera, disesuaikan dengan lingkungan, sehingga saya bisa mencoba terlebih dahulu lensa yang sesuai sebelum memutuskan untuk membelinya.
Lensa fix dengan bukaan sangat lebar menjadi lensa pertama saya. Lensa ini bisa menghasilkan latar belakang objek yang sangat buram. Saya menyukai mengambil objek dengan latar belakang yang buram (bokeh, terjadi karena depth of field yang tipis), cara ini menonjolkan objek yang menjadi fokus foto.
Selanjutnya saya akan upload beberapa foto dalam blog ini..
penjaga gerbang
Penjaga gerbang berdiri lunglai di sisi gerbang, terlalu lelah ia mengawasi barang barang yang terus mendesak masuk.
Sebenarnya tugas utama yang dipercayakannya tidak terlalu rumit, hanya memastikan seluruh barang yang masuk sudah memenuhi prasyarat yang ditentukan, mulai dari permintaan, ketersediaan, perencanaan, hingga pengadaan.
Dengan sekuat tenaga penjaga gerbang berupaya melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya. Alat alat pendukung yang membantu kelancaran tugasnya pun tersedia, semua diupayakan supaya kaku. Hanya ada dan tidak, memenuhi dan tidak memenuhi, hitam dan putih, sesederhana itu.
Namun apa daya, saat ia melaksanakan tugasnya dengan sungguh sungguh, terlampau banyak tuntutan dan rengekan, berjuta alasan dikemukakan hanya untuk mendorong barang masuk. Bahkan alat pendukung yang sudah kaku diupayakan untuk dimodifikasi supaya dapat mengakomodir keperluan tadi.
Hmm.. Lelah lunglai sangat, entah sampai kapan penjaga gerbang dapat bertahan