Kembalilah di Hari Kamis

Kembalilah di hari Kamis
Iya, datanglah kembali di hari Kamis
Setiap hari Kamis, saya akan mencoba untuk selalu merilis tulisan baru.
Keputusan untuk selalu mengupdate blog secara rutin saya ambil setelah membaca kultwit @JamilAzzaini mengenai #TipsMenulisBlog. Ada 20 tips yang beliau share melalui twitter. Berikut saya kutip beberapa:
Ternyata menulis blog itu tak perlu terlalu panjang, maksimal 8 alinea, dengan tiap alinea terdiri dari 3 kalimat. Berarti cukup dengan 24 kalimat kita mendapatkan sebuah materi untuk diposting.
Menulis secara rutin (meskipun pendek) akan lebih baik dibanding menulis panjang namun jarang. Menulis rutin akan mengasah pikiran dan hati, sepanjang yang kita tulis memang kita jalankan. Update secara konsisten akan membuat pengunjung blog ketagihan. (Beliau menyarankan update setiap hari)
Jika kehabisan ide, kita bisa menulis mengenai pengalaman hidup ataupun hal yang sedang kita kerjakan. Kesulitan menulis boleh jadi disebabkan karena kita ingin terlihat sempurna. Tulislah apa yang kita hadapi di kehidupan nyata, tanpa topeng.
Jadikan blog sebagai kartu nama kita, dengan membaca tulisan kita, orang akan mengenal kita. Ingatlah, dengan membaca, kita mengetahui dunia, dan dengan menulis, dunia mengetahui kita.
Tujuan menulis adalah untuk berbagi dengan harapan memberi manfaat, bukan karena ingin disebut blogger. Boleh jadi ide yang menurut kita sederhana ternyata memberi manfaat bagi pembaca.
Demikian beberapa tipsnya, terima kasih Kek @JamilAzzaini.
Kultwit beliau saya ketahui dari akun favorit saya di twitter yaitu @Strategi_Bisnis yang meng-RT-nya, akun ini juga memiliki blog di http://www.strategimanajemen.net yang juga merupakan situs favorit saya. Situs yang sudah hampir 6 tahun menemani Senin pagi saya, setiap Senin selalu ada tulisan baru di situsnya, begitu banyak pencerahan gratis yang saya dapatkan disini. Terimakasih @Strategi_Bisnis.

Lebaran

Lebaran telah berlalu
Berjuta rasa saya rasakan
Kegembiraan kembali berbuka,
Keharuan berpisah dengan Romadhon yang mungkin tidak pernah bisa saya jumpai lagi
Hingga kerikuhan dalam mengikuti ritme perayaan hari itu
Masih teringat penggalan khutbah idul fitri di lapangan masjid imam nawawi
Khotib mengutip dua hadist dalam menutup khutbahnya
…barangsiapa di antara kalian masih hidup sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Karena itu wajib atas kalian untuk berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Al-Khulafa’ Ar Rosyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah (peganglah erat) dengan gigi geraham kalian. Berhati hatilah terhadap perkara perkara baru dalam agama…
…jauhi semua firqoh itu, sekalipun engkau menggigit akar pohon hingga maut menjemputmu dan engkau tetap komitmen.

10 hari terakhir

Pelan pelan Romadhon tahun ini mulai meninggalkan kita, 2/3 sudah hampir terlewati. Sementara kesibukan dunia masih terus saja menghampiri, seakan tak rela membiarkan saya sendiri..
Waktu yang kian terasa sempit
Tenaga dan pikiran yang semakin habis terkuras hanya untuk urusan yang tak lebih besar dari sayap nyamuk
Semoga kemewahan menikmati 10 hari terakhir dengan berdiam diri di masjid bisa segera dinikmati
Entah kapan
Hmm..
Tak ada jaminan Romadhon tahun ini bisa dinikmati hingga akhir, yang bisa dilakukan hanyalah bersungguh sungguh memanfaatkan waktu yang tersisa
Hingga tiba saatnya nanti..

Mengejar Auditor

Bagai mengejar bayangan
Semakin dikejar semakin menjauh
Saat semua dirasakan sudah terpenuhi
Tiba tiba saja muncul review

Perubahan angka tidak dapat dielakkan lagi
Angka berubah, detail berubah, notes-pun berubah
Sebagian kecil yang menghambat keseluruhan
Seandainya saja rilis report secepat respon kami memenuhi permintaan mereka

Namun tak ada gunanya keluh kesah itu
Tak berguna pula segala macam pengandaian
Menikmati proses
Ya, menikmati proses
Seperti yang selalu dikatakan oleh seorang sahabat

Menikmati proses
Menyelesaikan semua permintaan
Meniti labirin
Mencari jalan keluar yang pasti telah menanti

Medical Check Up

Berbahagialah para karyawan yang perusahaan tempatnya bekerja menyediakan fasilitas untuk melakukan medical check up secara rutin, terlebih lagi jika paket yang dipilih adalah paket yang lengkap.
Hasil medical check up berupa laporan tertulis yang umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat kesehatan pribadi
Riwayat pekerjaan
Pemeriksaan antropometri/vital sign
Pemeriksaan fisik
Hasil pemeriksaan laboratorium
Hasil pemeriksaan radiologi
Hasil pemeriksaan kardiologi
Hasil pemeriksaan audiometri
Hasil pemeriksaan spirometri
Hasil pemeriksaan penglihatan
Kesimpulan klinis
Kesimpulan okupasi
Semakin lengkap paket yang dipilih, maka akan semakin detail laporan yang dihasilkan.
Sungguh menarik mengamati respon karyawan saat membaca hasil medical check up-nya, ada yang terkejut, merenung, tertawa, atau bahkan acuh tak peduli. Umumnya karyawan terkejut saat mengetahui bahwa dirinya didiagnosis menderita ataupun terindikasi penyakit serius yang baru dia sadari, merenung jika ternyata hasil medical lebih buruk dibanding tahun lalu, tertawa jika ternyata program hidup sehatnya sebanding dengan hasil medical, sementara acuh.. Banyak faktor yang menyebabkan karyawan acuh, bisa jadi dia sudah tidak terlalu peduli lagi dengan hasil medical, atau dia sudah lama mengidap penyakit serius dengan perkembangan yang datar datar saja.. atau bahkan dia sudah tidak percaya lagi dengan hasil medical check up-nya.
Saya sendiri menanggapi hasil medical check up saya dengan serius, tanpa khawatir berlebihan, namun tetap siaga. Bukankah semua yang terjadi sudah ditetapkan jauh sebelum makhluk diciptakan..