Mendatangi

Berangkat pagi dari rumah, walau hari libur. Menempuh 35 kilometer. Menuju satu tempat yang belum pernah didatangi.
2 jam perjalanan ditempuh. Bergetar rasa saat mulai mendekati tempat kajian. Saat bersua para penuntut ilmu di sepanjang jalan. Tak hiraukan jauhnya jarak, bertekad kuat mendatangi ahli ilmu.
Tiba di lokasi. Di pinggiran kabupaten. Rasa haru membuncah. Dua lapangan parkir yang disediakan penuh sesak.
Peserta hadir dari segala penjuru. Kecamatan dan kota terdekat. Propinsi sekitar, bahkan dari luar pulau. Semoga kami semua diberikan kekuatan untuk selalu berada menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya.

image
Salah satu lapangan parkir yang penuh

Tiga Dasawarsa

Tiga dasawarsa berlalu sejak saya terakhir mengunjungi masjid ini. Waktu itu keluarga saya baru saja pindah ke kota ini. Ayah mengajak kami sholat tarawih disini.
Masjid ini merupakan masjid besar pada saat itu. Terletak tepat di tengah kota. Kota kecil yang saat itu baru berstatus kecamatan.
Sekelebat ingatan muncul saat saya kembali mengunjungi masjid ini. Teringat kembali saat saya be

rkejaran,

berlari lari di sela shaft. Mungkin di masjid ini pula saya pertama kali melaksanakan sholat jum’at. Pesan ayah saat itu sederhana saja, ikuti gerakan ayah.
Tak banyak perubahan yang terjadi di masjid ini. Lantai yang digunakan masih sama seperti dahulu. Hanya AC split saja yang tampak menjadi pembeda.
Lingkungan sekitar masjid sudah sangat jauh berbeda. Sekolah berlantai dua berdiri megah di samping masjid. Jalan raya 4 lajur di depan masjid. Semua sudah jauh berubah. Masjid dan menara ini masih seperti dulu. Tiga dasawarsa yang lalu.

Persiapan

Kembali lagi melewati tahapan ini. RUPS kinerja tingkat staff. Tahapan pertama dari tiga tahap yang akan menentukan diterima atau tidaknya kinerja untuk tahun buku yang baru saja ditutup.
Persiapan menghadapi rapat tahun ini lebih matang dibanding tahun tahun sebelumnya. Materi rapat sudah kami selesaikan jauh sebelum diminta pemegang saham. Jeda waktu yang panjang antara penyelesaian materi dan tenggat waktu pengumpulan materi membuat proses review materi dapat dilakukan dengan lebih cermat dan seksama.
Halaman demi halaman dapat saya baca dengan tenang. Kalimat per kalimat. Angka demi angka. Tabel demi tabel. Hubungan antar tabel, kesesuaian materi dengan materi tahun sebelumnya. Hampir seluruh aspek dalam materi dapat direview.
Menjelang tenggat waktu usai, kami sudah tidak disibukkan lagi dengan penyelesaian materi. Kami dapat memaksimalkan waktu untuk mempersiapkan ‘contekan’. Saya menuliskan detail angka yang disebut dalam materi di halaman kosong , tepat di samping tabel yang mencantumkan angka tersebut. Dengan menuliskan detail, otomatis saya telah menyegarkan kembali ingatan akan asal dari angka angka tersebut. Selain itu sekiranya ada pertanyaan yang timbul sehubungan angka dalam tabel, dengan mudah saya dapat menemukan detailnya. Tidak perlu terlalu lama menghabiskan waktu membulak balik kertas print out, mencari detail angka.
Hingga tibalah waktunya rapat. Persiapan yang cukup matang membuat semerbak aura percaya diri mengelilingi ruangan. Memang tidak semua pertanyaan yang ditanyakan pemegang saham dapat langsung dijawab. Beberapa kekeliruan masih ada, namun prosentasenya tidak sebesar tahun tahun lalu.
Paling menggembirakan saat rapat ditutup. Pemegang saham tidak meninggalkan seberkas dokumen untuk direvisi. Alhamdulillah. Setelah berulang kali kami diberikan dokumen revisi, rapat kali ini dapat kami lewati tanpa adanya koreksi besar terhadadap materi.
Akhirnya kami bisa melewatinya. Hambatan besar yang seolah olah sudah menempel pada kami. Sekarang kami tanggalkan image itu. Alhamdulillah. Congrats buat seluruh tim, terimakasih buat Mr A, you did it!

Hilang

Reboot. Restart. Terus berputar. Home screen yang ditunggu tak pernah tiba.
Cabut batre. Cabut sim card. Cabut memory card. Semua seakan percuma. Saat layar kecil itu kembali menampilkan loading sistem.
Ketakutan akan hilangnya data mulai mencuat. Kebiasaan back up data yang kerap dilupakan seiring pemanfaatan media penyimpanan awan, cloud. Berharap service center resmi mampu menampilkan kembali data itu.
Harapan sirna tak lama setelah mengunjungi service center. Petugas yang ditemui tidak memiliki solusi untuk menampilkan data itu. Hanya mampu mengatakan perkiraan lamanya rawat inap. 2 bulan tanpa kejelasan data kembali. Thanks but no thanks.
Tampaknya kehilangan data akan segera menjadi kenyataan. Nomor telpon, catatan kajian, agenda kegiatan selama hampir 2 tahun ini akan lenyap. Cukup sudah menyimpan di media internal. Media penyimpanan awan akan menjadi pilihan.

ke sini lagi

Kembali kesini. Kota tempat saya dilahirkan. Kota yang dulu begitu akrabnya. Kota yang dulu menjadi satu satunya tujuan saat lebaran tiba.
Pertengahan tahun sembilan puluhan. 3 tahun saya habiskan di kota ini untuk menamatkan sekolah menengah. 2 trayek angkutan kota membawa saya setiap harinya. Turun di perapatan ijen untuk transit. Menyusuri jalan pungkur. Menunggu angkot berikutnya.
Menyusuri jalur ini membuka kembali ingatan lama. Saat saat berjibaku mempersiapkan umptn. Menghabiskan hari di sekolah dan bimbel. Semuanya saat ini terlihat begitu sederhana..