GPS

The Global Positioning System (GPS) is a satellite-based navigation system made up of a network of 24 satellites placed into orbit by the U.S. Department of Defense. GPS was originally intended for military applications, but in the 1980s, the government made the system available for civilian use. GPS works in any weather conditions, anywhere in the world, 24 hours a day. There are no subscription fees or setup charges to use GPS | sumber http://www8.garmin.com/aboutGPS/&client=ms-rim&q=gps&sa=X&ei=kp0tUN–A5LDyQG5moDQBg&ved=0CCUQFjAB

Saya selalu membawa GPS dalam perjalanan mudik. Dua tahun yang lalu alat ini sukses memandu saya ke tempat tujuan. Tahun ini ceritanya berbeda.
Keinginan untuk menggunakan produk berlisensi dan original membuat saya membeli unit baru untuk menemani perjalanan mudik kali ini. Saya berharap dengan GPS yang memiliki fitur yang lebih lengkap dan peta yang paling update, perjalanan mudik menjadi semakin menyenangkan. Tidak perlu lagi berpikir rute mana yang akan dilewati, tinggal mengikuti petunjuk yang tampak dari layar 5”nya.
Perjalanan hari pertama berlangsung lancar, tanpa ada kendala berarti dari GPS. Sesekali GPS tidak menemukan rute yang kami lewati, namun saya masih menganggapnya wajar karena polisi menutup jalur utama mudik dan mengarahkan kami melewati jalur alternatif. Sedemikian alternatifnya jalur tersebut hingga kami sempat melintasi persawahan dan perumahan penduduk pedesaan.
Perjalanan hari kedua, hmm.. disinilah kisah ini dimulai, salah satu perjalanan yang akan selalu menjadi kenangan. Perjalanan yang mengingatkan betapa tidak berdayanya saya sebagai manusia. Perjalanan yang memaksa saya untuk selalu memeriksa rencana rute hingga ke detail. Perjalanan yang mengajarkan saya untuk tidak bolehnya ada sedikitpun perasaan sombong dan keyakinan berlebih terhadap alat ataupun rencana manusia.
Memasuki Semarang, GPS mengarahkan kami melewati kaliwungu, namun permintaan tersebut kami abaikan karena jalan tol telah terlihat. GPS kembali mengarahkan kami melewati jalur yang tidak dikenal saat berada di Jombang. Keluar dari jalan utama, melalui jalan sempit pedesaan, melintasi hutan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat, jalur yang sungguh benar benar alternatif. Terlihat di monitor, jalan yang kami lewati bernama rute gerilya.
Melintasi tanjakan berkelok, dengan hutan cemara di kiri kanan jalan, jurang terjal disisi jalan.. Sungguh bukanlah rute ideal yang saya inginkan. 23 km yang benar – benar menguras emosi, tanpa sedikit pun lampu penerangan jalan. Hanya 3 mobil yang kami temui sepanjang rute tersebut. Perasaan senang karena hampir mencapai tujuan mendadak berubah menjadi perasaan cemas, waspada.. Terlambat belok sedikit saja, jurang nan terjal sudah menanti…
Alhamdulillah rute tersebut dapat kami lewati, sampai di tujuan dengan selamat, mundur hampir 2 jam dari waktu perkiraan semula.. Salah satu rute paling ekstrim yang pernah saya lewati. Esoknya saya mendapat informasi jika rute yang kami lewati adalah rute lintas alam.. Tak terbayang sekiranya terjadi sesuatu pada kendaraan kami pada malam itu di rute tersebut..
╮(“╯_╰)╭

Ruangan di Sudut Gedung

image

Pertama kali saya memasuki ruangan itu pada awal tahun 2001, sesi wawancara dengan user, sekitar setengah jam saya menjawab pertanyaan dari 2 orang pewawancara.
Kesempatan kedua saya masuk ke ruangan, saat divisi sdm menyerahkan saya ke user, hampir 3 bulan dari wawancara. Seseorang menyambut saya di ruangan itu, tampaknya beliaulah pemilik ruangan, segera saya merasakan wibawa beliau, kelak dari bapak ini saya banyak menyerap ilmu, walaupun kadang beliau tidak menyadarinya. Pemilik ruangan itu mengenalkan saya ke seluruh stafnya, dan juga staf divisi sebelah, lalu beliau mengantar saya menemui pimpinan puncak.
Waktu berlalu, saya ditempatkan bersama staf yang lain di ruangan besar, hanya sesekali saja saya masuk ke ruangan itu.
Pertengahan tahun 2007 saya mendapatkan tugas di kota lain hingga pertengahan tahun 2011, kemudian ditugaskan di unit usaha lain, sebelum akhirnya pada tahun 2012 saya kembali ke ruangan besar itu.
Kali ini saya ditempatkan di ruangan di sudut gedung, ruangan yang dulu hanya sesekali saja saya masuki. Berat beban terasa saat mengetahui tugas baru ini, terbayang betapa besarnya tanggung jawab yang harus saya emban, terlintas pula para pendahulu, pengguna ruangan ini, semua memiliki rekam jejak yang baik.
2 bulan berlalu, dan saya masih berupaya menemukan ritme, datang lebih awal, pulang lebih akhir, serta membawa kerjaan pulang saya lakukan, tinggal tersisa 1 bulan lagi, 1 bulan yang akan menentukan seberapa pantas saya disini..

Penjual Minyak Wangi Itu..

image

Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi), maka penjual minyak wangi bisa jadi dia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya. HSR al-Bukhari (no. 5214) dan Muslim (no. 2628) – sumber http://www.muslim.or.id
Rutinitas hari kerja akan dimulai, saat seseorang lewat depan rumah. Bajunya menunjukkan jika beliau akan menunaikan sholat shubuh berjama’ah. Tanpa membuang waktu segera saya mengikuti langkahnya, sebagai orang baru di komplek ini saya belum mengetahui lokasi masjid terdekat, dengan mengkutinya saya berharap beliau akan menuntun saya ke masjid. Itu perjumpaan pertama saya dengan beliau, walaupun tampaknya beliau tidak menyadari jika saya mengikutinya.
Kami baru berkenalan pada kesempatan selanjutnya, seusai sholat isya berjamaah. Beliau sangat ramah, santun, dan wawasannya luas.
Diskusi dengannya terasa sangat menyenangkan, tak terkira banyaknya pencerahan yang saya terima darinya. Saat itu beliau bekerja di salah satu bumn mapan dan masih merintis usaha. Hampir 3 tahun kami berinteraksi bersama, sebagai penuntut ilmu, komuter, dan tetangga. Berburu sholat malam di masjid saat romadhon ataupun berdesak desakan dalam omprengan..
Hingga tibalah masa itu, saya ditugaskan ke kota yang berbeda, sementara beliau memutuskan untuk mengambil program pensiun dini..
Sekarang kami terpisah 8 jam perjalanan udara, beliau merintis jejaring baru, mewujudkan mimpi mendekati masjid yang memiliki keutamaan 100.000 kali sholat..
Kami disini merasa kehilangan wangi itu, smoga kita semua dimudahkan untuk bersua di telaga kelak.. Aamiin

Sebatas Berencana

image

6 juni 2012, menjelang maghrib, gelap mulai menyelimuti..
Adzan berkumandang, sholat jemaah ditegakkan..
Saat tiba tiba terdengar deru angin, sebagai pembuka jalan bagi hujan deras yang datang mengikuti..
Hujan yang turun ternyata membuyarkan hitung mundur grand launching yang akan dimulai. Panggung utama, 3 layar besar, sound system, tata lampu, round table, dan tenda besar, semua tidak bisa dipergunakan, semua yang telah direncakan hampir 6 bulan ini..
1 jam sebelum acara, semua tampak baik baik sana, ketika akhirnya hujan turun dan memaksa perubahan total pada acara..
Manusia hanya mampu merencana, secermat, sedetail, dan sebanyak rencana cadangan yang mampu dibuat, tanpa mampu memastikan bahwa rencana itu akan berjalan persis seperti apa yang diharapkan..
Hanya kepada Alloh azza wa jalla saja kita berserah diri.