kenek ketinggalan

Feb 10, ’09 10:12 AM

seperti biasa pagi pagi sudah anteng dalam bis tujuan uki

petugas control sudah masuk ke bis

tandanya dia akan mulai pekerjaan menghitung jumlah penumpang, dan bis segera berangkat

petugas control sudah turun

bispun melaju..

namun pintu belakang masih tetap terbuka (biasanya kenek yang menutup pintu itu)

bis terus berjalan, membiarkan pintu belakang tetap terbuka

penumpang yang sudah membaca gelagat buruk berteriak

kenek kentinggalan !

sontak bis berhenti

untung belum jauh jarak dari terminal

akhirnya kenek yang ditunggu pun tiba, menggos menggos dia naek ke bis

penumpang nyeletuk lagi, hampir aja gratis sampe uki 🙂

pengalaman serupa tapi berbeda pernah juga dialami sewaktu naik bis menuju bogor

setelah petugas control di uki menghitung penumpang dan turun

pintu pun ditutup

bis melaju masuk tol jagorawi

lama ditunggu kok tidak ada yang nagih ongkos..

sampe gerbang tol cibubur belum juga muncul kenek yang nagih ongkos

hingga akhirnya penumpang teriak

pir keneknya mana !

waduh..

sudah hampir separuh perjalanan, dan baru disadari kalo kenek tidak bersama kita

entah apa yang ada dalam pikiran pak supir

bis langsung melambat

untung ada sukarelawan yang menggantikan kenek menagih ongkos

bis tetap berjalan pelan

akhirnya ada bis lain mendahului yang ternyata membawa kenek yang ditunggu-tunggu

hasil interogasi penumpang dengan kenek diketahui bahwa saat di uki proses estafet kartu kontrol dari petugas kontrol ke kenek tidak berjalan mulus sehingga kartu terjatuh

suasana yang gelap membuat kenek kesulitan mencari kartu kontrolnya

saat dia belum menemukannya eh bis sudah keburu berangkat

untung saja kartu itu ketemu, kalo tidak pak kenek bisa diskor selama 2 bulan

kartu kontrol bagaikan laptop bagi karyawan, semua data terdapat disitu

jebolnya tangga bis kota

Jan 29, ’09 10:21 AM

seperti biasanya rutinitas pagi ini dilalui dengan menaiki 46

jalur bis kota yang melintasi gatsu

tak ada hari kerja yang dilewati tanpa menikmati penuhnya bis ini

ups, terkadang ojek pun bisa jadi pilihan jika waktu sudah mepet atau ada janji pagi di cilegon

bis berjalan lambat, semakin lama ruang yang tersedia sudah tidak mampu lagi menampung para pekerja yang terus mendesak naik

semua ruang sudah terisi, bahkan di pintu bis kenek berebut tempat dengan penumpang

hingga tiba tiba, “bruk…!”

sebagian penumpang menjerit

semua menoleh pada sumber suara

ternyata anak tangga kedua lepas dari tempatnya, untung bagian depannya masih bisa menahan beban, jika tidak waduh…

bagian belakang yang terlepas langsung menyajikan pemandangan aspal jalan

jika bagian depan ikut terlepas dipastikan 3 orang penumpang yang berdiri tepat di anak tangga itu jatuh ke jalan

tambah lagi pekerjaan kenek pagi itu

dia harus mengarahkan penumpang yang naik ataupun turun bis untuk berakrobat melalui tangga yang sebagian sudah terlepas…

gimana kalo seluruh lantai bis yang jebol ya…

cilegon – jakarta

Jan 20, ’09 3:17 AM

bayak yang bisa dibandingkan antara dua kota tersebut

uraian berikut mengulas perbedaan keduanya dari ritme kerja karyawan

No      Keterangan                                 Cilegon                   Jakarta

1      Berangkat kantor                           7:45                        5:30

2      Waktu tempuh                              15 menit                  2 jam

3      Istirahat Siang                               Pulang                    Bawa bekel, makan di ruangan

4      Nyampe Rumah                             16:45                     19:00

dalam sehari karyawan di jakarta akan menghabiskan waktu di jalan selama 4 jam, jika ada pertemuan di cilegon, maka waktu yang dihabiskan di jalan mencapai 8 jam (waktu tempuh cilegon jakarta pp sekitar 4 jam) yang merupakan waktu kerja normal dalam sehari

wah kalo sudah begini barulah waktu dirasakan sangat berharga

untuk yang memiliki waktu tempuh antara rumah dan kantornya terbilang singkat, berbahagialah..

bedol desa

ImageBerubahnya orientasi multiply dari situs jejaring sosial menjadi situs belanja online memaksa saya untuk memindahkan tulisan disana ke blog ini. Total terdapat 21 tulisan yang akan saya sajikan secara berurutan setelah postingan ini.

Saya akan mencantumkan tanggal asli saat tulisan tulisan itu diposting untuk memudahkan saya menggali kembali suasana saat tulisan dibuat. Umumnya tema yang diangkat adalah kisah komuter, saat itu saya masih tinggal di daerah penyangga ibukota dan bekerja di ibukota, sehingga sehari hari harus menempuh jarak sekitar 100 km pulang pergi  untuk bekerja.

Selamat menikmati sajian baru tapi lama he he..

 

Masjid Imam Ahmad bin Hambal

Perjumpaan pertama saya dengan masjid ini terjadi pada tahun 2007. Saat itu saya dalam perjalanan mencari kontrakan. Masjid belum seluas saat ini, di sebelah kiri masih terdapat lahan kosong. Saya sempat beberapa kali mengikuti kajian sebelum akhirnya diliburkan karena masjid akan dipugar. Lama saya tidak mengunjungi masjid ini hingga akhirnya hampir setahun kemudian kajian kembali dimulai.

Luas bangunan masjid bertambah hampir 100%, begitu pula sedikit lahan parkir di area masjid. Awal kajian di masjid yang baru dipugar masih terasa lenggang, Kapasitas masjid yang bertambah drastis membuat peserta kajian seolah olah menjadi sedikit.

Namun hal itu tidak berlangsung lama, peserta kajian terus bertambah memenuhi segenap celah masjid. Kini masjid sudah tidak mampu lagi menampung peserta kajian. Karpet yang dibentangkan di sisi kiri masjid dan area parkir depan masjidpun sudah dipenuhi peserta. Sungguh menyenangkan melihat antusiasme para penuntut ilmu, suasana terik di luar masjid tidak mengurangi konsentrasi mendengar dan mencatat kajian. Semoga kita semua tetap istiqomah meniti jalan ini. Aamiin