di balik tikungan

Sesungguhnya kita tak pernah mengetahui apa yang menanti kita di balik tikungan. Kita hanya bisa menduga berdasarkan pada pengalaman yang kita lalui. Seringkali dugaan tersebut benar, namun tak jarang salah.
Melewati tikungan demi tikungan. Satu per satu. Menyelesaikan seluruh tugas yang diamanahkan. Terkadang tugas sederhana ternyata membutuhkan upaya penyelesaian exta. Sebaliknya tugas yang terkesan rumit dapat diselesaikan lebih cepat dari perkiraan.
Berupaya memberikan yang terbaik. Mengerjakan sebab sebab agar senantiasa diberikan kemudahan, dan menjauhi penyebab datangnya musibah. Berikut petikan dari situs salam dakwah:
Ketahuilah! bahwa diantara penyebab seorang sulit mendapatkan rizki dari Allah adalah karena maksiat dan dosa yang senantiasa ia kerjakan, bukan semata-mata hanya karena kesalahan usaha atau pekerjaan yang ia geluti, tetapi bisa jadi penyebabnya adalah maksiat dan dosa, syirik, khurafat, bid’ah, dzalim, ghibah dan berbagai maksiat dan dosa lainnya.
Di dalam Musnad disebutkan:
(( إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ ))
“Sesungguhnya seorang hamba diharamkan memperoleh rizki disebabkan dosa yang ia kerjakan”  (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

sumber: http://m.salamdakwah.com/baca-artikel/pengaruh-dosa-dan-maksiat.html

sebuah kepastian

tulisan ini diinspirasi oleh jeda rodja dan untaian mutiara nasihat di radio rodja
Mempersiapkan segala daya upaya untuk menghadapi hal yang pasti terjadi. Entah kapan. Tapi pasti menghampiri.
Sesuatu yang akan menjadi awal perjalanan panjang tak bertepi. Sendirian. Menantikan waktunya berbangkit.
Pemutus segala kelezatan. Kengerian yang tak terbayangkan. Bekal yang tak akan pernah cukup.
Perlahan mendatangi dia yang telah menunggu di balik tikungan..

anggaran

Salah satu fungsi baru yang saya dalami kini adalah anggaran. Penyusunan, realisasi, dan evaluasi anggaran. Membuat anggaran yang wajar, dapat dicapai, namun tetap menantang.
Kekuatan database mutlak diperlukan. Trend pencapaian, volume, serta tarif di masa lalu. Selain data kuantitatif, analisa terhadap faktor faktor penyebab suatu program sukses atau meleset juga dibutuhkan.
Faktor krusial lainnya adalah metode penyampaian data. Sedapat mungkin menjelaskan dengan singkat namun gamblang. Menginformasikan tanpa berkesan mendoktrin. Menggiring forum ke sudut pandang yang diinginkan. Mendapatkan kesepakatan tanpa terkesan memaksakan…

hutang

Jeratan hutang bagaikan candu. Awalnya kecil, terus menumpuk hingga membesar. Terperosok semakin dalam tanpa disadari. Kenikmatan sesaat yang membawa derita berkepanjangan.
Kondisi semakin runyam saat hutang tersebut mengandung riba. Bunga berbunga. Semakin sulit melunasi, semakin lama berhutang, semakin besar bunga yang harus dibayarkan. Pontang panting hanya untuk menutupi bunga, padahal bunga baru yang timbul jauh lebih besar dari jumlah yang dibayar. Tenggelam dalam kubangan riba.
Beberapa kali saya menyaksikan bagaimana orang yang terpuruk dalam situasi ini seakan hilang akal. Melakukan segala hal untuk mebebaskan dirinya dari kubangan. Melewati hari hari menutup bunga berbunga yang tak berbatas..

BlackBerry

20130912-111849.jpg

gambar di atas saya dapat dari akun @brilliant_Ads

Pertama kali saya mengenal BlackBerry di tahun 2007. Seorang teman telah menggunakannya saat kami bertemu, tak lama setelah saya dipindahkan ke ibu kota. Desainnya yang simple langsung menarik minat saya.
Saat itu pesan instant yang banyak digunakan adalah yahoo messenger. Fasilitas ini sangat membantu saya dalam berdiskusi dengan teman teman di kantor pusat. Ternyata ym berfungsi dengan baik di BlackBerry. Saya dapat terus berkomunikasi tanpa harus terpaku di depan PC. Fitur lain yang juga saya rasakan sangat bermanfaat adalah push email. Menerima dan mengirim email dapat dilakukan semudah ber-sms.
Tak butuh waktu lama bagi BlackBerry untuk mewabah. Hampir di semua fasilitas umum orang orang sibuk sendiri dengan BBnya. Di kereta, bis, stasiun, bahkan jembatan penyebrangan, semua asik memandangi layar kecil ditangannya. Mendadak seluruh hp mengikuti model BB.
Kini wabah itu sudah usai. Perlahan BB mulai ditinggalkan. Dulu orang dengan bangganya menempel stiker BB di kaca mobil. Namun kini stiker itu mungkin telah berganti dengan robot hijau ataupun apel yang sudah digigit. Semua ada masanya, 3 model BB hadir bergantian menemani hari hari saya. Akankah kebersamaan ini segera berakhir…