Jadwal telah didapat. Alhamdulillah tidak terlalu lama. Informasi awal menyatakan bahwa antrian dapat mencapai hingga 4 bulan. Sungguh waktu yang panjang untuk menantikan tindakan yang idealnya segera dilaksanakan dalam waktu yang sesingkat singkatnya.
Persiapan menjelang tindakan segera dilakukan. Pemeriksaan untuk memastikan tidak adanya potensi infeksi. Mulai dari pencabutan gigi hingga pemeriksaan tht.
Masa recovery yang cukup panjang dan adanya pemeriksaan rutin pasca tindakan menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal yang dekat dengan rumah sakit menjadi mutlak. Satu kamar dengan lengkap sudah dipesan. Countdown..
Author: bayusubayu
bypass
Harus di bypass. Sering saya mendengar istilah tersebut. Istilah yang identik dengan nama jalan utama dan lebar. Biasanya saya tidak terlalu perhatian dengan maksud istilah tersebut. Namun kondisi kali ini mengharuskan saya menelisik lebih jauh lagi.
Berikut petikan percakapan saya dengan seorang residen program pendidikan dokter spesialis, kandidat spesialis jantung pembuluh darah
Tanya (T): Apa itu bypass?
Jawab (J): Membuat saluran baru dari pembuluh darah besar (aorta) ke ujung pembuluh darah koroner yang tersumbat
T: Apa itu koroner?
J: Pembuluh darah kecil-kecil di sekeliling dinding jantung yang fungsinya ngasi makan otot jantung, membawa suplai oksigen ke otot jantung
T: Apakah jantung dibelah untuk melakukan tindakan ini?
J: Jantungnya ga dibelah, tulang dadanya aja dibuka
T: Bagaimana cara menyambung saluran baru?
J:Dijahit dari hulu-nya si pembuluh lama, pembuluh besar (aorta)
T: Berapa saluran baru yang akan dipasang?
J: Mau dibikin 2 atau 3 saluran baru tergantung dokter bedahnya, kalo ngeliat bagus apa gak pembuluh darahnya
T: Saluran baru diperoleh dari mana?
J: Saluran baru ngambilnya dari tangan atau kaki, kan tangan atau kaki ada beberapa pembuluh darah gitu
T: Siapa saja yang akan melaksanakan operasi?
J:Dokter bedah dan dokter anestesi
T: Dokter jantung ngapain?
J: Ikutan berdo’a dari luar ruang operasi
T: Berapa lama waktu yang diperlukan untuk operasi?
J: Rata rata 4 jam
T: Faktor apa yang menentukan keberhasilan operasi?
J: Kondisi pasien, fisik dan psikis, banyaknya penyumbatan, tingkat kelengketan pembuluh
T: Berapa besar resiko operasi ini?
J: Besar
T: Berapa persen keberhasilan?
J:….
T: Apa yang sebaiknya pasien lakukan sambil menunggu jadwal operasi?
J: Jaga kondisi, berkunjung ke tempat kenangan, bertemu sanak kerabat
T: *sigh.. hening..
Okey, let’s do it
Hoping for the best
Prepare for the worst
menunggu
Duduk di ruang tunggu yang besar. Hampir seluruh kursi terisi. Semua menunggu.
Tindakan medis dilakukan di ruang sebelah. Semua menunggu nama keluarganya dipanggil. Nama yang dipanggil berarti tindakan sudah selesai dilaksanakan.
Semua menanti. Semua menunggu. Apapun hasil tindakan nanti pasti merupakan hal yang terbaik.
beliau
Lama saya memandangi pp itu. Terbayang apa yang sudah beliau lewati hingga titik ini. Segala daya upaya diberikan untuk kami.
Seketika kenangan kenangan itu bermunculan. Mencoba menyelami kembali. Menggali kembali.
Saat itu musim mudik. Semua bis penuh. Penumpang yang belum mendapatkan bis menunggu di terminal. Setiap bis yang masuk terminal langsung disesaki penumpang, berjubel, berebutan untuk naik. Beliau menggotong saya, menaikkan saya ke bis melalui jendela..
Dini hari di tol. Saat tiba tiba saja mobil kami kehilangan tenaganya. Perlahan berjalan, keluar di pintu tol terdekat. Beliau turun, berjalan di depan mobil yang semakin pelan. Mencari bengkel, menyusuri jalan, sunyi, sepi..
Hari itu pembagian rapot. Pertama kalinya. Saya lihat beliau cerah sekali, berbinar. Antusias berdiskusi dengan rekan rekannya. Membicarakan angka yang tertulis di rapot. Saya sendiri tak terlalu mengerti, sibuk memikirkan libur yang sudah menanti..
Termenung sendiri, di ruang gelap terkunci. Buku yang dicari tidak ditemukan. Sementara besok tugas sudah harus dikumpulkan. Beliau marah, dan meminta saya masuk ruangan itu..
Duduk di meja yang sama. Tak henti hentinya beliau mengusap air mata yang mengalir. Prosesi ini sudah hampir selesai. Entah apa yang beliau pikirkan..
Kini beliau sudah tidak aktif lagi. Fasilitas yang diterima sudah tak lagi sama. Waktunya bagi kami untuk membantu. Walau tak akan pernah bisa menyamai apa yang beliau telah berikan bagi kami.
Whatever it takes..
At any cost..
solusi
Bukan sekedar menemukan masalah. Atau bahkan mencari cari masalah. Meneliti dengan seksama hanya untuk menemukan celah. Celah kecil yang bisa diangkat menjadi masalah. Menjelaskan dengan berapi api. Kemungkinan terburuk yang pasti terjadi. Masalah yang akan timbul dari suatu tindakan. Mencari kelemahan, sekecil apapun itu, untuk diungkap. Berupaya menemukan kelemahan, diangkat menjadi masalah. Sedemikian besarnya masalah hingga menjadi dalih untuk tidak berbuat apa apa. Bukan itu.
Berupaya melihat secara utuh. Mencoba segala sudut pandang. Menyelami maksud dari suatu tindakan. Meluaskan pandangan. Mengeliminir blind spot. Mendengar. Meresapi..
Berpikir sejenak. Tanpa bermaksud mengulur waktu. Mengakui adanya kelemahan. Menerima adanya masalah. Mencoba menganalisa situasi. Berupaya menemukan alternatif. Menawarkan solusi yang bisa ditempuh. Eksekusi.
Menyadari adanya resiko dari setiap tindakan. Tidak mengelak adanya kemungkinan masalah di kemudian hari. Berbuat, berupaya mencari solusi dari setiap masalah yang ada. Bukan mencari masalah tapi menawarkan solusi. Bukan menutupi masalah tapi berupaya menyelesaikan masalah.
Hasil akhir tidak akan pernah bisa dipastikan..
Masalah, solusi, tindakan, upaya terbaik, berserah diri.
