Hari H

00:43 dapet kabar operasi ditunda hingga pukul 13 karena ada pasien yang bermasalah di katup jantung sehingga membutuhkan tindakan di pagi hari
04:35 persiapan berangkat
05:20 menuju RS
07:50 tiba di RS, menuju ruang persiapan operasi
08:10 ruang persiapan operasi, bertemu beliau
11:45 informasi dari petugas untuk bersiap menuju ruang operasi
12:10 menuju ruang operasi
12:15 keluarga diminta menunggu di ruang tunggu
13:35 operasi dimulai
17:45 informasi bahwa tulang dada sudah mulai ditutup
18:55 operasi selesai, dipindah ke icu
20:40 informasi bahwa beliau mulai sadar
21:05 keluarga penunggu pasien icu mulai menyiapkan perlengkapan tidur, kasur lipat berserakan
H+1
02:19 alat bantu pernafasan dilepas
07:40 informasi bahwa beliau sudah bisa berkomunikasi
10:20 dipindah ke ruang iw
10:40 bertemu beliau
13:20 kembali ke rumah, meninggalkan beliau yang masih dipantau secara intensif
H+2
06:45 beliau masih di iw, akan dipindah jika selang drain telah dilepas

persiapan

Jadwal telah didapat. Alhamdulillah tidak terlalu lama. Informasi awal menyatakan bahwa antrian dapat mencapai hingga 4 bulan. Sungguh waktu yang panjang untuk menantikan tindakan yang idealnya segera dilaksanakan dalam waktu yang sesingkat singkatnya.
Persiapan menjelang tindakan segera dilakukan. Pemeriksaan untuk memastikan tidak adanya potensi infeksi. Mulai dari pencabutan gigi hingga pemeriksaan tht.
Masa recovery yang cukup panjang dan adanya pemeriksaan rutin pasca tindakan menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal yang dekat dengan rumah sakit menjadi mutlak. Satu kamar dengan lengkap sudah dipesan. Countdown..

bypass

Harus di bypass. Sering saya mendengar istilah tersebut. Istilah yang identik dengan nama jalan utama dan lebar. Biasanya saya tidak terlalu perhatian dengan maksud istilah tersebut. Namun kondisi kali ini mengharuskan saya menelisik lebih jauh lagi.
Berikut petikan percakapan saya dengan seorang residen program pendidikan dokter spesialis, kandidat spesialis jantung pembuluh darah

Tanya (T): Apa itu bypass?
Jawab (J): Membuat saluran baru dari pembuluh darah besar (aorta) ke ujung pembuluh darah koroner yang tersumbat
T: Apa itu koroner?
J: Pembuluh darah kecil-kecil di sekeliling dinding jantung yang fungsinya ngasi makan otot jantung, membawa suplai oksigen ke otot jantung
T: Apakah jantung dibelah untuk melakukan tindakan ini?
J: Jantungnya ga dibelah, tulang dadanya aja dibuka
T: Bagaimana cara menyambung saluran baru?
J:Dijahit dari hulu-nya si pembuluh lama, pembuluh besar (aorta)
T: Berapa saluran baru yang akan dipasang?
J: Mau dibikin 2 atau 3 saluran baru tergantung dokter bedahnya, kalo ngeliat bagus apa gak pembuluh darahnya
T: Saluran baru diperoleh dari mana?
J: Saluran baru ngambilnya dari tangan atau kaki, kan tangan atau kaki ada beberapa pembuluh darah gitu
T: Siapa saja yang akan melaksanakan operasi?
J:Dokter bedah dan dokter anestesi
T: Dokter jantung ngapain?
J: Ikutan berdo’a dari luar ruang operasi
T: Berapa lama waktu yang diperlukan untuk operasi?
J: Rata rata 4 jam
T: Faktor apa yang menentukan keberhasilan operasi?
J: Kondisi pasien, fisik dan psikis, banyaknya penyumbatan, tingkat kelengketan pembuluh
T: Berapa besar resiko operasi ini?
J: Besar
T: Berapa persen keberhasilan?
J:….
T: Apa yang sebaiknya pasien lakukan sambil menunggu jadwal operasi?
J: Jaga kondisi, berkunjung ke tempat kenangan, bertemu sanak kerabat
T: *sigh.. hening..

Okey, let’s do it
Hoping for the best
Prepare for the worst