Berhenti Sejenak

Rapat, permintaan data, analisa, verifikasi, dan tenggat waktu. Semua itu terus berputar mengelilingi hari hari saya. Pagi, siang, dan sore dihabiskan untuk menuntaskannya.
Di rumah, terkadang pikiran saya masih berkutat dengan tugas yang belum tuntas. Week day, week end, tak terasa tugas tugas itu masih juga menemani. Hari hari berlalu sering dengan tugas yang terus bergulir.
Tanggung jawab yang semakin besar menuntut waktu yang semakin banyak pula. Sementara total waktu dalam sehari tidak bisa ditambah. Mengalokasikan waktu yang ada untuk seluruh kebutuhan, hanya itu yang bisa dilakukan. Penambahan alokasi untuk satu kebutuhan akan mengurangi alokasi waktu untuk kebutuhan lainnya.
Menukar waktu yang lain untuk waktu kerja. Sedikit demi sedikit alokasi waktu untuk kegiatan lain berkurang. Awalnya sedikit, lama lama semakin banyak, hingga tak terasa kegiatan kegiatan lain tak bisa lagi dilakukan karena tak tersisa lagi waktu.
Di titik ini saya tersadar. Berhenti sejenak. Merenungkan kembali. Menata kembali prioritas.
Kembali mencoba menyeimbangkan alokasi waktu, sambil terus meningkatkan kompetensi diri. Jangan sampai waktu terbuang hanya karena kurangnya kompetensi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s