tersentak

Tersentak saya saat menerima bbm dari sahabat di negeri sebrang. Ditengah kesibukan rutinitas kerja tak berujung. Pesan yang memaksa saya tercenung, sejenak, berpikir. Haru biru menyergap. Bergetar. Segera saja air menggenangi pelupuk..
Berikut saya copas pesan tersebut:
ADA YANG SALAH…”
Ust Ahmad Zainuddin Salatiga

Doeloe… orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak…..rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun…dan semua anak-anaknya bersekolah….

Sekarang….banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan….

“Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta….”
(Al Baqoroh (2) AYAT 155)

Ada yang salah dengan cara hidup orang modern….

Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu….tapi tenang menjalani hidupnya…
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, , ipad, ruangan ber AC dll..harusnya mempermudah hidup ini….tapi ternyata tidak, sampai2 tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru…

…berangkat kerja, TERBURU-BURU…
…pulang kerja, juga TERBURU-BURU…
…makan siang, TERBURU-BURU…
…dilampu merah, TERBURU-BURU…
…berdo’a pun, TERBURU-BURU…
…bahkan sholatpun, TERBURU-BURU…

sifat diatas bukti dari Al-Qur’an surat Al Isra’ (17) ayat 11
” Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”

Hanya mati……..yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU….

Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah hitungan dalam memberi rizki kepada kita.

“Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir….”
(Al Baqoroh (2) AYAT 268)

Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh, sholat maghrib dsb..
Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini…..???

— semoga bermanfa’at  —

⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊

tertinggal

Duduk tekun, mendengarkan kajian yang disampaikan. Ditengah tengah para penuntut ilmu lainnya. Pematerinya masih muda, begitupun dengan mayoritas peserta kajian. Rata rata masih di pertengahan usia 25-an.
Kitab yang dibawakan adalah kitab tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi. Sekilas sempat saya perhatikan bahwa kebanyakan peserta kajian membawa kitab yang berbahasa arab. Waduh.
Umumnya mereka telah memahami bahasa arab. Di usia relatif muda, mampu membaca dan memahami kitab berbahasa arab. Hmm.
Kemana waktu ini saya habiskan. Sangat jauh tertinggal pemahaman saya akan ilmu yang bermanfaat ini. Ilmu yang akan menjadi penentu selamat atau tidaknya saya di akhirat dan dunia ini..

buku anggaran

Buku anggaran. Buku yang berisikan target dan program pencapaian satu tahun ke depan. Buku yang akan menjadi acuan dalam menjalankan perusahaan ini.
Buku yang idealnya disusun bersama oleh para senior leader. Disusun dengan cermat serta penuh keyakinan. Perhitungan yang didasarkan analisa dan proyeksi satu tahun ke depan.
Buku yang akan menjadi penentu sukses atau tidaknya perusahaan. Panduan dalam menjalankan program. Survive atau tidaknya perusahaan.
Bukanlah sekedar buku yang disusun hanya untuk memenuhi persyaratan belaka. Penggugur kewajiban. Buku yang selesai dalam jangka waktu seminggu saja.
Seandainya mereka mengerti..

di balik tikungan

Sesungguhnya kita tak pernah mengetahui apa yang menanti kita di balik tikungan. Kita hanya bisa menduga berdasarkan pada pengalaman yang kita lalui. Seringkali dugaan tersebut benar, namun tak jarang salah.
Melewati tikungan demi tikungan. Satu per satu. Menyelesaikan seluruh tugas yang diamanahkan. Terkadang tugas sederhana ternyata membutuhkan upaya penyelesaian exta. Sebaliknya tugas yang terkesan rumit dapat diselesaikan lebih cepat dari perkiraan.
Berupaya memberikan yang terbaik. Mengerjakan sebab sebab agar senantiasa diberikan kemudahan, dan menjauhi penyebab datangnya musibah. Berikut petikan dari situs salam dakwah:
Ketahuilah! bahwa diantara penyebab seorang sulit mendapatkan rizki dari Allah adalah karena maksiat dan dosa yang senantiasa ia kerjakan, bukan semata-mata hanya karena kesalahan usaha atau pekerjaan yang ia geluti, tetapi bisa jadi penyebabnya adalah maksiat dan dosa, syirik, khurafat, bid’ah, dzalim, ghibah dan berbagai maksiat dan dosa lainnya.
Di dalam Musnad disebutkan:
(( إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ ))
“Sesungguhnya seorang hamba diharamkan memperoleh rizki disebabkan dosa yang ia kerjakan”  (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

sumber: http://m.salamdakwah.com/baca-artikel/pengaruh-dosa-dan-maksiat.html

sebuah kepastian

tulisan ini diinspirasi oleh jeda rodja dan untaian mutiara nasihat di radio rodja
Mempersiapkan segala daya upaya untuk menghadapi hal yang pasti terjadi. Entah kapan. Tapi pasti menghampiri.
Sesuatu yang akan menjadi awal perjalanan panjang tak bertepi. Sendirian. Menantikan waktunya berbangkit.
Pemutus segala kelezatan. Kengerian yang tak terbayangkan. Bekal yang tak akan pernah cukup.
Perlahan mendatangi dia yang telah menunggu di balik tikungan..