komunikasi

Betapa seringnya suatu proses terhambat karena masalah komunikasi. Komunikasi yang buruk menyebabkan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proses gagal memahami kebutuhan ataupun keinginan rekannya. Efeknya proses tidak berjalan lancar sehingga membutuhkan waktu penyelesaian yang lebih lama atau bahkan melenceng dari tujuan.
Kegagalan komunikasi bisa juga dimulai dari keangkuhan sektoral. Keenganan untuk memulai. Perasaan superior dibanding yang lain, serta hilangnya rasa empati.
Jika saja seluruh bagian menempatkan kepentingan perusahaan diatas segalanya. Berupaya memandang dari sudut berbeda, memulai menawarkan solusi, serta mencairkan sekat-sekat sektoral. Tentunya tujuan akan lebih cepat tercapai, target terpenuhi, dan keberlanjutan usaha tetap terjaga.

program

Termenung membaca pertanyaan seorang penjual minyak wangi, “Punya program baru apa..”. Sejenak terdiam. Kembali berpikir.
Rutinitas ini telah menguras energi. Menghisap waktu yang ada. Menjalani hari hari, menyelesaikan tugas demi tugas.
Mau ngapain. Terus berlayar, jawaban itu yang mungkin bisa saya berikan kepada beliau.
Terus berlayar. Memberikan yang terbaik, memenuhi amanah. Mengembangkan potensi yang ada. He he klise.. Memang. Tidak ada ukuran pencapaian yang ingin dicapai.
Satu yang pasti adalah berupaya tetap istiqomah meniti jalan ini. Mempersiapkan menghadapi sesuatu yang pasti. Menuntut ilmu yang bermanfaat.
Berikut kutipan dari http://abufawaz.wordpress.com/2014/01/06/kita-semua-pasti-akan-mati-dan-berpindah-ke-alam-akhirat-yang-hakiki-nan-abadi/#more-1757
Sebagian orang bijak berkata: “Bagaimana bisa merasakan kegembiraan dengan dunia, orang yang perjalanan harinya menghancurkan bulannya, dan perjalanan bulan demi bulan menghancurkan tahun yang dilaluinya, serta perjalanan tahun demi tahun yang menghancurkan seluruh umurnya. Bagaimana bisa merasa gembira, orang yang umurnya menuntun dirinya menuju ajal, dan masa hidupnya menggiring dirinya menuju kematian.” (Lihat Jaami’ul ’Uluum wal-Hikam, karya Al-Hafizh Ibnu Rojab, hal. 483).

the day has come

Hari ini dibuka dengan kabar mengejutkan dari induk perusahaan. Seorang rekan mengalami musibah, putra beliau meninggal secara mendadak. Tampak jelas rasa kehilangan yang mendalam terpancar saat kami bertakziah. Begitu banyak kerabat yang mengikuti sholat dan mengantarkan ke pemakaman. Kembali saya mengikuti sholat jenazah. Kembali terbayang bagaimana nanti saat tiba waktunya bagi saya. Akankah suasananya seperti saat ini..
Putra beliau meninggal dalam usia muda. Mahasiswa, masih banyak cita yang belum tercapai. Begitu banyak rencana yang belum sempat disusun. Saya sudah bukan mahasiswa lagi. Bangku kuliah sudah lama sekali saya tinggalkan. Kenangan wisudapun hampir tak bersisa. Apakah kain kafan saya sudah selesai ditenun..
The day has come. Hari terakhir di dunia sudah dilewati oleh putra beliau. Kapan hari terakhir bagi saya tiba..

Siklus (lagi)

Jelang tutup tahun buku. Perhatian akan kembali condong ke akuntansi keuangan. Proses penyusunan laporan keuangan Desember hingga proses audit yang sudah dimulai. Laporan audit yang biasanya terbit di bulan Maret akan menjadi penutup kegiatan ini.
Perhatian ke akuntansi manajemen akan mulai berkurang. Proses penyusunan anggaran yang sudah dimulai sejak pertengahan tahun akan segera diakhiri dengan RUPS pengesahan RKAP. Berakhir pula segala diskusi, argumentasi dan simulasi saat anggaran disahkan. Target telah ditetapkan, program kerja telah dicanangkan.
Dua kegiatan besar yang akan menjadi pamungkas segala rutinitas. Laporan bulanan, evaluasi kinerja, kesesuaian dengan target, proyeksi hingga simulasi. Awal hingga akhir tahun, akuntansi akan selalu menemani hari. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, kapanpun, akan selalu membayangi..

limbung

Kapal besar itu terus limbung
Seolah tak lagi kuat bertahan
Setelah hampir 2 tahun lamanya berlayar dalam badai
Badai tak berujung
The perfect strom
Segala daya upaya telah dikerahkan untuk melewati badai ini
Namun semuanya belum menampakkan hasil
Entah sampai kapan kapal besar ini dapat bertahan..