Kembali

Parkiran masjid saat itu tampak penuh, luber bahkan hingga 200 meter di sepanjang pinggiran jalan utama. Tidak ada agenda kajian hari itu, belum waktunya sholat fardhu, dan bukan pula hari raya. Seluruh jama’ah yang hadir hendak melaksanakan sholat jenazah.

Setelah sholat usai, iring-iringan kendaraan yang mengantarkan ke tempat pemakaman tak juga berkurang. Ambulan sudah berada di gerbang perumahan saat kendaraan terakhir baru beranjak keluar pelataran parkir masjid. Hampir 1 km konvoy kendaraan pengantar.

Kepergian beliau sungguh mengagetkan, kami mendengar kabar beliau dirawat di rumah sakit 2 hari yang lalu. Beliau meninggalkan 6 orang anak, yang terkecil baru berusia 2 bulan. Semoga beliau diberikan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Kematian pasti datang, sudah semuanya mengetahuinya. Namun saat maut itu benar benar datang, meninggalkan kita yang masih memiliki sisa waktu tergagap menyikapinya, terkaget sesaat, untuk kemudian kembali terlena dalam rutinitas kesibukan dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s