terlaksana sudah

Sabtu kemaren menjadi salah satu momen menggembirakan
Percakapan terakhir satu arah antara saya dengan Ayah Rahimahulloh akhirnya terlaksana
Alhamdulillah

image

Advertisements

menuju kampung halaman

Kampung halaman yang telah menanti
Perjalanan panjang yang akan segera berakhir
Setengah hari yang terasa begitu lama
Prioritas yang kadang terbalik
Semakin dekat tanpa dirasa
Diluar sana, pemutus segala kelezatan mungkin sudah bersiap
Membawa kembali ke kampung halaman
Kepastian yang kadang terlupakan

Bersiap dilupakan

Saya mendapatkan untaian kalimat ini saat diminta mengikuti rapat kinerja bulanan bersama boc. Pimpinan rapat saat itu, mantan orang nomer 1 di salah satu perusahaan besar mengucapkannya.
Make no legacy
Do your best
Prepare to be forgotten
Kisah pengantar dibalik untaian kalimat tersebut sungguh menggetarkan. Siklus yang mungkin pernah dirasakan oleh sebagian orang.
Bersiap untuk dilupakan..

Masih

All my best memories
Come back clearly to me
Some can even make me cry.
Just like before
It’s yesterday once more. (the carpenters)

Kembali ke kamar ini
Kamar terakhir yang beliau tempati
Kasur yang baru saja dibeli

Tetiba semuanya hadir kembali
Lintasan memori
Hadir mengisi relung hati

Berlatih sepeda bersama beliau
Berlari dibelakang hanya untuk memegangi sepeda
Teriakan gembira saat melihat sepeda berjalan seimbang

Mesin cuci pertama
Alarm yang disetel keras
Raut wajah puas saat jemuran sudah penuh sebelum matahari terbit

Vespa putih yang senantiasa menemani
Berdiri di depan menantang angin
Berlima bermain sirkus

Bangun dini hari
Mempersiapkan segalanya
Setiap hari setiap waktu

Tetiba
Semuanya mengalir
Lintasan lintasan itu
Pintu kebaikan yang kini telah tertutup