Menjumpa

Perjumpaan singkat ini pun kembali harus diakhiri

Perasaan merindu yang langsung menyeruak saat meninggalkan

Berharap diberikan kesempatan untuk kembali lagi

Semoga..

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ جِسْمَهُ وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِى الْمَعِيشَةِ تَأْتِى عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لَمْ يَفِدْ إِلَىَّ لَمَحْرُومٌ

Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Aku anugerahi kesehatan badan, Aku telah luaskan penghidupannya, telah lewat padanya lima tahun, (namun) dia tidak mendatangiKu (yakni: melakikan ibadah haji), dia benar-benar dicegah (dari kebaikan).
Referensi : https://almanhaj.or.id/4139-tidak-berhaji-padahal-mampu-termasuk-dosa-besar.html

Jelajah Masjid

Masuk hari ke-20 Ramadhan 1446. Jelang 10 malam terakhir. Waktunya memaksimalkan kesempatan di sisa malam yang ada.

Tahun ini diwarnai dengan beberapa taraweh yang dilakukan di  masjid seputaran Jakarta, yang terdekat dari lokasi pekerjaan. Hari ke-1 di masjid Niaga Rahmat CIMB Niaga, hari ke-7 di masjid Al Bina GBK, hari ke-11 di masjid Nurul Hidayah komplek BI Bidakara, hari ke-12 di masjid Baitul Tholibin Kemendikbud, hari ke-16 di masjid jami Al Ikhlas Kemang, hari ke-18 di masjid Al Makmur Senayan City. Semoga daftar ini tidak terus bertambah

Masih ada target pekerjaan yang harus selesai sebelum lebaran. Rilis buku audit. Tahapan akhir dari audit tahun 2024 ini. Auditor baru, tahun pertama audit. Ditambah lagi dengan isu besar yang alhamdulillah sudah close. Berharap draft buku bisa segera rilis dan finalisasi. Semoga diberikan kemudahan

Akad Nikah

Kambing guling, empal gentong, dan soft drink

Selain sholat jenazah dan pemakaman, acara lain yang selalu diusahakan untuk hadir adalah akad nikah. Jika sholat jenazah dan pemakaman menawarkan keutamaan masing masing sebesar satu gunung serta selalu menjadikan kita waspada akan jemputan yang bisa segera hadir, akad nikah selalu memberikan kilas balik peristiwa prosesi yang sudah saya alami. Satu acara dimana saya menjadi tokoh utama, penganten, satu acara saya mengamati wali nikah (ayah saya) menikahkan adek, dan satu lagi saat saya menjadi wali nikah.

Selain itu ada nasihat pernikahan, yang jika disampaikan oleh ahli yang kompeten akan sangat berpotensi menggetarkan hati. Pemahaman akan dalil sesuai pemahaman sahabat, to the point, tanpa gimmick senda gurau. Seperti halnya hari ini, maasyaa Allah, untaian nasihat yang selalu menjadi penyegar, pengingat tujuan kita semua menikah sembari menunggu waktu dijemput.

Beliau meyampaikan akad nikah adalah perjanjian yang berat مثقاغليظا. Hanya ada 3 peristiwa yang menggunakan frase ini dalam Al Qur’an, yaitu akad nikah, perjanjian dengan para nabi dan rosul, dan perjanjian dengan bani israil. Perjanjian yang harus dipenuhi

Visi menikah adalah memenuhi komitmen agar dapat dipertemukan kembali di surga kelak. Fokus pada kewajiban. Ketenangan, rasa cinta, dan rasa sayang akan hadir dengan sendirinya. Tidak ada manusia yang sempurna, bersukur atas apa yang telah الله anugrahkan.

Rumah tangga adalah bahtera besar. Keselamatannya sangat ditentukan oleh kepiawaian nahkodanya. Kembalikan pada dalil. Jangan lupa selalu berupaya mendapatkan ridho orang tua karena ridho الله ada pada ridho orang tua.

Semoga kita semua dapat dipertemukan kembali dengan pasangan kita di surga kelak

Sempit dan Lapang

Betapa kecemasan dan kegembiraan silih berganti hadir. Akhir pekan lalu, sejak Jumat kecemasan itu datang, saat terinfo diminta untuk mewakili dirkeu dalam rapat dengan holding. Mewakili beliau berarti memimpin sub holding, para direksi untuk menghadap induk. Upaya dilakukan untuk menekan kecemasan, berulang membaca materi, membuat alur cerita dan catatan kecil untuk rujukan.

Waduk di pagi hari diambil dengan DJi Neo, tools baru untuk si tukang poto

Senin, saat menentukan tiba. Presentasi sebagai kordinator subholding. Alhamdulillah semua berjalan lancar, gak sampai malu maluin. Setelah presentasi rasa lega hadir, dada yang lapang, dan kegembiraan yang meliputi. Alhamdulillah

Hal sederhana yang melapangkan hati, adem dan tentram. Bersyukur atas nikmat yang diberikan

Sebelumnya di pekan yang sama mendapat kabar kerabat terkena musibah besar. Rumahnya terbakar, habis. Allohu Akbar. Bergetar hati mendapat kabar tersebut. Semoga diberikan kesabaran untuk melalui ujian ini.

Perjalanan di dunya, semua sudah ditetapkan, Mencoba mengisinya dengan hal bermanfaat. Cemas dan gembira silih berganti, kesedihan, kelapangan, semua hanya untuk sepenggal sore di akhirat nanti. Semoga tetap istiqomah

Harus Setrong

Menyambut pagi di jalan tol

Dan semester 4 pun berakhir. Progres? Revisi bab 1 (hampir) beres. Proposal hibah belum berhasil mendapatkan hibah. Praktis hanya itu progres semester ini, tanpa sidang hasil yang seharusnya sudah dilakukan.

Kerjaan? Kembali ke akuntansi berarti kembali ke ring 1. Aktivitas support materi untuk kebutuhan pengambilan keputusan kembali dilakukan. Pengawal top management, menjadi bayangannya, agenda mirip, ikut kemana beliau pergi.

So what next? Hang on, berupaya terus mengejar ketinggalan. Memaksa progres revisi, menyemangati diri. Tak lupa berdoa dan meminta doa ibu serta orang orang terdekat

Bersiap menyambut semester 5, bersama rutinitas padat akuntansi. Cayo