Berlalu

Perlahan lahan meninggalkan. Tak banyak lagi tersisa. Berlalu tanpa jaminan kan bersua kembali.
25 hari dilewati. Aktifitas yang akan selalu dirindu. Memaksimalkan kesempatan tersisa.
Dunia yang akan selalu mengganggu. Sesaat yang mengorbankan selamanya. Buaian kenikmatan semu.

Advertisements

Jumpa Lagi

Kibasan pedang sang waktu kembali membawa saya bersua dengannya. Alhamdulillah. Nanti malam akan menjadi awal segalanya.
Tahun ini persiapan penyambutan tak seintensif dahulu. Kesibukan dunia merongrong waktu yang ada. Menghisap habis energi.
Tentunya waktu yang singkat ini haruslah dimanfaatkan semaksimal mungkin. Menciptakan momentum. Menjaga ritme. Sebulan yang singkat. Tidak ada jaminan saya bisa melewatinya hingga selesai, apalagi kembali berjumpa dengannya di tahun depan..

Anak Kost

Tinggal terpisah dari orang tua. Berbeda kota. Bertemu hanya sesekali.
Sendirian mengurus diri. Memenuhi kebutuhan. Memenuhi tuntutan.
Tak ada tempat mengadu. Hanya telpon pemuas kerinduan. Air mata senantiasa mengalir.
Pandangannya terkadang kosong. Menerawang jauh. Membandingkan dirinya dengan teman temannya.
Usianya masih terlalu muda. Usia yang sangat membutuhkan bunda dan ayah disisinya. 5 tahun usianya, anak kost termuda yang saya kenal.

Bis

Kursi paling depan. Sisi paling kanan. Tepat belakang supir. Posisi favorit saat saat mudik dulu.
Pandangan luas melalui kaca depan. Ikut mengintip saat menikung. Mencari celah untuk masuk.
Mencuri start saat jalan turun. Gas maksimal saat menanjak. Mengambil truk yang terengah-engah.
Terjaga sepanjang jalan. Menahan kantuk. Memperhatikan aksinya. Supir bis malam, si tokoh idola

Muram

Tak seperti biasanya sholat dhuhur di masjid ini tampak sepi. Hanya ada 2 shaft. Itu pun tak penuh.
Aktivitas di komplek perkantoran dimana masjid ini berada pun tampak serupa. Parkiran yang biasanya padat kini lengang. Tak tampak lagi antrian mobil meninggalkan area perkantoran saat jam istirahat tiba.
Ternyata sebagian penghuni perkantoran ini telah dipindahkan. Kinerja perusahaan yang belum juga membaik telah memaksa manajemen melakukan langkah drastis untuk mengurangi biaya. Gedung yang dulu ramai kini sunyi.
Taman depan lobi utama yang senantiasa resik kini tak terawat, rerumputan tumbuh tak beraturan. Tembok yang kusam menambah muram suasana. Semuram kinerja yang tercatat..