Harus Setrong

Menyambut pagi di jalan tol

Dan semester 4 pun berakhir. Progres? Revisi bab 1 (hampir) beres. Proposal hibah belum berhasil mendapatkan hibah. Praktis hanya itu progres semester ini, tanpa sidang hasil yang seharusnya sudah dilakukan.

Kerjaan? Kembali ke akuntansi berarti kembali ke ring 1. Aktivitas support materi untuk kebutuhan pengambilan keputusan kembali dilakukan. Pengawal top management, menjadi bayangannya, agenda mirip, ikut kemana beliau pergi.

So what next? Hang on, berupaya terus mengejar ketinggalan. Memaksa progres revisi, menyemangati diri. Tak lupa berdoa dan meminta doa ibu serta orang orang terdekat

Bersiap menyambut semester 5, bersama rutinitas padat akuntansi. Cayo

3 semester

Alhamdulillah, hingga saat ini telat terlewati 2 dari 5 rangkaian sidang. Walau dengan tergopoh gopoh dan berdarah darah. Keduanya adalah

Sidang compre

Seminar proposal, event ini layak dikenang. 2 jam penuh tanpa perlawanan berarti menghadapi komisi penguji, shocked defeated. Satu perkataan yang benar adanya, sidang proposal ini mestinya mahasiswa udah siap turun ke lapangan. Semua sudah terjelaskan di proposal, sedangkan saya, responden saja belum fix, wajar lah kalo menjadi bulan bulanan. Alhamdulillah terlewati.

Masih ada 3 sidang lagi menanti, semoga diberikan kemudahan melewatinya pula, insyaa Allah

Ilustrasi menunggu gerbang scopus terbuka

Sementara dari 4 keluaran yang diharapkan, baru proseding seminar internasional saja yang sudah rilis, alhamdulillah. 2 jurnal terindeks scopus dan disertasi masih belum terselesaikan. Satu artikel dalam proses review. Semoga bisa rilis tahun ini.

Proposal Penelitian

Alhamdulillah hari ini mendapat kabar jika proposal penelitian yang diajukan 2 bulan lalu tembus. Proposal berhasil mendapatkan hibah dalam skema penelitian dasar, penelitian pasca sarjana. Satu tahapan dilewati, tahapan lain yang lebih menantang sudah menanti. Semoga diberikan kemudahan

2 luaran jurnal terindeks bereputasi sudah menanti

Terimakasih banyak kepada kawan yang banyak memberikan arahan dan contoh contoh proposal. Semoga dibalas الله dengan kebaikan

Terakhir

Tau tau udah hari terakhir di 2021 aja

Tahun yang penuh dengan dinamika

Awal tahun mendapat panggilan pulang ke perusahaan induk, sempat jadi penderita pandemi, pertengahan tahun mendapat tugas baru, terlibat dalam pembentukan subholding, melepas penyertaan, mengakuisi perusahaan, dan melikuidasi perusahaan.

Pemenuhan data kepada sekuritas untuk disampaikan pada calon investor, zoom yang seakan menghilangkan batas waktu privasi, kerja sampe larut dan tak kenal hari libur

Pisah perusahaan, bubarnya perusahaan lama, hadirnya perusahaan baru dengan lingkup lebih ke investment holding

Dan tibalah di akhir tahun ini

Alhamdulillah, dijalanin aja

Tahun ini juga bisa nyelesein pendidikan di maksi dengan pendanaan dari gaji di perusahan yang sempat dijalani sebagai pucuk pimpinan, alhamdulillah

Bersiap tetap relevan, dengan prioritas ke kehidupan setelah mati

Perjalanan yang panjang, bekal amatlah sedikit

Pergi

Kemaren seorang kawan menelpon, meminta saya untuk melihat WA. Posisi saya saat itu sedang menyetir, hingga tidak mengetahui ada WA masuk. Sekilas saya lihat WA, terlihat foto yang dikirim kawan.

Saya menepikan kendaraan, foto menunjukkan kawan lain yang berbaring mengenakan baju olahraga. Terlihat sepeda di belakangnya. Saya diminta memastikan apalah benar beliau adalah kawan yang kami kenal.

Sepeda yang terlihat memastikan identitas kawan tersebut. Saya telpon kembali dan saya sampaikan keyakinan bahwa beliau memang kawan yang dimaksud. Kendaraan saya lajukan kembali

Sampai di tujuan kembali saya cek WA, ternyata sudah ada beberapa informasi yang sama. Saat itu yang saya pikirkan hanyalah beliau terjatuh saat bersepeda dan tidak ada hal serius yang terjadi. Saya minta update kondisi beliau ke beberapa kawan.

WA masuk membawa berita. Beliau sudah tidak ada. Tidak tertolong.

WAG lain yang baru saya ketahui belakangan menyajikan info jika ternyata beliau ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Terjatuh dari sepeda, tergeletak di tengah jalan. Beberapa warga membantu untuk meminggirkannya

Mendadak. Singkat. Di luar dugaan. Perjumpaan beliau dengan penjemputnya. Ketetapan yang sudah dituliskan 50 ribu tahun sebelum makhluk diciptakan.

Saya coba mereka peristiwa beliau pamit dari rumah pagi itu. Kemungkinan semua berjalan normal. Rutinitas biasa saja. Ternyata pagi itu menjadi pamitan terakhir beliau dengan keluarga.

Semoga beliau diberikan kemudahan. Kita yang masih menunggu giliran. Entah kapan dimana dan dalam kondisi apa