10 hari terakhir

Pelan pelan Romadhon tahun ini mulai meninggalkan kita, 2/3 sudah hampir terlewati. Sementara kesibukan dunia masih terus saja menghampiri, seakan tak rela membiarkan saya sendiri..
Waktu yang kian terasa sempit
Tenaga dan pikiran yang semakin habis terkuras hanya untuk urusan yang tak lebih besar dari sayap nyamuk
Semoga kemewahan menikmati 10 hari terakhir dengan berdiam diri di masjid bisa segera dinikmati
Entah kapan
Hmm..
Tak ada jaminan Romadhon tahun ini bisa dinikmati hingga akhir, yang bisa dilakukan hanyalah bersungguh sungguh memanfaatkan waktu yang tersisa
Hingga tiba saatnya nanti..

Mengejar Auditor

Bagai mengejar bayangan
Semakin dikejar semakin menjauh
Saat semua dirasakan sudah terpenuhi
Tiba tiba saja muncul review

Perubahan angka tidak dapat dielakkan lagi
Angka berubah, detail berubah, notes-pun berubah
Sebagian kecil yang menghambat keseluruhan
Seandainya saja rilis report secepat respon kami memenuhi permintaan mereka

Namun tak ada gunanya keluh kesah itu
Tak berguna pula segala macam pengandaian
Menikmati proses
Ya, menikmati proses
Seperti yang selalu dikatakan oleh seorang sahabat

Menikmati proses
Menyelesaikan semua permintaan
Meniti labirin
Mencari jalan keluar yang pasti telah menanti

Medical Check Up

Berbahagialah para karyawan yang perusahaan tempatnya bekerja menyediakan fasilitas untuk melakukan medical check up secara rutin, terlebih lagi jika paket yang dipilih adalah paket yang lengkap.
Hasil medical check up berupa laporan tertulis yang umumnya dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat kesehatan pribadi
Riwayat pekerjaan
Pemeriksaan antropometri/vital sign
Pemeriksaan fisik
Hasil pemeriksaan laboratorium
Hasil pemeriksaan radiologi
Hasil pemeriksaan kardiologi
Hasil pemeriksaan audiometri
Hasil pemeriksaan spirometri
Hasil pemeriksaan penglihatan
Kesimpulan klinis
Kesimpulan okupasi
Semakin lengkap paket yang dipilih, maka akan semakin detail laporan yang dihasilkan.
Sungguh menarik mengamati respon karyawan saat membaca hasil medical check up-nya, ada yang terkejut, merenung, tertawa, atau bahkan acuh tak peduli. Umumnya karyawan terkejut saat mengetahui bahwa dirinya didiagnosis menderita ataupun terindikasi penyakit serius yang baru dia sadari, merenung jika ternyata hasil medical lebih buruk dibanding tahun lalu, tertawa jika ternyata program hidup sehatnya sebanding dengan hasil medical, sementara acuh.. Banyak faktor yang menyebabkan karyawan acuh, bisa jadi dia sudah tidak terlalu peduli lagi dengan hasil medical, atau dia sudah lama mengidap penyakit serius dengan perkembangan yang datar datar saja.. atau bahkan dia sudah tidak percaya lagi dengan hasil medical check up-nya.
Saya sendiri menanggapi hasil medical check up saya dengan serius, tanpa khawatir berlebihan, namun tetap siaga. Bukankah semua yang terjadi sudah ditetapkan jauh sebelum makhluk diciptakan..

momen

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan foto adalah momen. Objek yang sama yang diambil dalam momen yang berbeda akan menghasilkan foto yang berbeda.
Minggu lalu saya mengalami kegagalan foto akibat momen yang salah. Setibanya di lokasi, objek tersebut hampir tidak dapat ditangkap kamera karena lampu lampu sudah dimatikan. Tak lama kemudian petugas keamanan datang menghampiri kami dan menginformasikan bahwa lokasi tersebut sudah tertutup bagi umum.. Jam malam sudah berlaku, keinginan untuk menangkap keindahan objek pun sirna.. Terpaku memandang hasil foto yang hanya menanpilkan gelapnya malam..

kesejahteraan karyawan

Menemukan tempat parkir kosong mulai menjadi kendala di kantor ini, terlebih lagi jika datang terlambat. Lahan parkir ini seakan menjadi saksi pertumbuhan ekonomi karyawan.
Saat saya mulai bekerja di awal milenium baru, lahan ini terasa begitu lenggangnya, hanya kendaraan dinas ataupun kendaraan utility yang menempatinya. Saat itu jarang ditemukan karyawan yang menggunakan kendaraan roda empat ke kantor, hanya karyawan yang benar benar senior yang menggunakannya. Kendaraan roda dua masih mendominasi, itupun hanya segelintir yang membelinya dari baru.
Tak lama kemudian gelombang motor cina menyerbu, memaksa merk yang sudah lebih mapan untuk mengeluarkan varian yang lebih ekonomis. Saat itulah motor motor baru mulai memenuhi lahan parkir. Saya serta sebagian besar karyawan lain masih menggunakan angkutan umum.
Seiring perjalanan waktu, lapangan parkir pun mulai penuh. Salah seorang karyawan senior, yang bergabung dengan perusahaan ini sejak tahun 1993, baru saya mengganti motornya dengan motor bebek terbaru saat saya diterima bekerja disini.
Kondisi yang jauh berbeda terjadi kini, hampir seluruh karyawan membawa kendaraan ke kantor, sebagian besar menggunakan kendaraan roda empat. Bahkan karyawan yang belum genap setahun bekerja sudah mampu mencicil kendaraan roda empat dari dealer. Kinerja perusahaan yang sangat baik dalam 4 tahun terakhir berimbas pada peningkatan kesejahteraan karyawan.
Semoga saja hal ini tidak mengakibatkan terlenanya karyawan dan bersikap seolah olah kondisi ini akan berlangsung selamanya. Betapa banyak titik titik kritis yang harus dibenahi untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan ini di kemudian hari.