Salah satu momen yang menyenangkan di bulan romadhon adalah duduk setelah maghrib mengejar setoran bersama kawan kawan tercinta
Suasana yang tidak bisa setiap hari dilakukan, terlebih dengan tuntutan kesibukan karyawan. Momen penuh kedamaian yang akan selalu dimanti, berharap terus terjadi setiap malam sepanjang bulan
Jum’at jelang jam 24, informasi itu menyebar. Salah seorang Ustadz pengisi kajian di masjid kami berpulang. Beliau mengalami sakit cukup lama, anggota tubuh bagian bawah sudah tidak bisa digerakkan.
Suasana setelah sholat jenazah
Jelang jum’atan jenazah tiba di masjid, hujan deras hingga akhir sholat jum’at. Hampir seluruh jamaah sholat jumat lanjut mengikuti sholat jenazah. Seorang berbisik mungkin ini adalah rekor sholat jenazah terbanyak di masjid itu.
Beliau orang baik. Mengajar tahsin di masjid kami. Gigih mengingatkan untuk menamatkan 1 juz tiap hari. Salah seorang yang saya kenal sangat akrab dengan Al Qur’an.
Haru sangat, terlintas jika jumat itu merupakan skenario terbaik untuk meninggalkan dunia. Disholatkan oleh jemaah sholat jumat satu masjid. Apalagi dengan pemahaman yang sama. Maasyaa Allah
Kapan kita dan bagaimana, semoga dalam kondisi yang baik juga
Makalah, proposal, paper, artikel, skripsi, thesis, disertasi dan semua kawan kawannya. Karya tulis yang tiga tahun ini semakin intens menenami. Mengantri, menunggu untuk diselesaikan.
Dimanapun kapanpun…
Enam semester berlalu. Masih ada revisi proposal, seminar hasil, sidang tertutup, dan sidang terbuka yang menanti. Masih ada juga dua artikel scopus yang belum tembus. Ditambah lagi makalah pjs yang harusnya sudah submit.
Satu yang paling penting adalah menulis sesuai dengan kebutuhan. Awal awal kuliah tulisan saya dikritisi karena terlalu to the point dan lugas. Perlahan gaya tulisan dirubah lebih lambat dan mendetail. Sayangnya gaya tersebut terbawa saat diminta menyelesaikan malalah sebagai prasyarat melewati PJS. Otomas kritisi dari sisi yang berlawanan diterima. Gak nyambung dan nano nano he he
Dan semester 4 pun berakhir. Progres? Revisi bab 1 (hampir) beres. Proposal hibah belum berhasil mendapatkan hibah. Praktis hanya itu progres semester ini, tanpa sidang hasil yang seharusnya sudah dilakukan.
Kerjaan? Kembali ke akuntansi berarti kembali ke ring 1. Aktivitas support materi untuk kebutuhan pengambilan keputusan kembali dilakukan. Pengawal top management, menjadi bayangannya, agenda mirip, ikut kemana beliau pergi.
So what next? Hang on, berupaya terus mengejar ketinggalan. Memaksa progres revisi, menyemangati diri. Tak lupa berdoa dan meminta doa ibu serta orang orang terdekat
Bersiap menyambut semester 5, bersama rutinitas padat akuntansi. Cayo
Alhamdulillah, hingga saat ini telat terlewati 2 dari 5 rangkaian sidang. Walau dengan tergopoh gopoh dan berdarah darah. Keduanya adalah
Sidang compre
Seminar proposal, event ini layak dikenang. 2 jam penuh tanpa perlawanan berarti menghadapi komisi penguji, shocked defeated. Satu perkataan yang benar adanya, sidang proposal ini mestinya mahasiswa udah siap turun ke lapangan. Semua sudah terjelaskan di proposal, sedangkan saya, responden saja belum fix, wajar lah kalo menjadi bulan bulanan. Alhamdulillah terlewati.
Masih ada 3 sidang lagi menanti, semoga diberikan kemudahan melewatinya pula, insyaa Allah
Ilustrasi menunggu gerbang scopus terbuka
Sementara dari 4 keluaran yang diharapkan, baru proseding seminar internasional saja yang sudah rilis, alhamdulillah. 2 jurnal terindeks scopus dan disertasi masih belum terselesaikan. Satu artikel dalam proses review. Semoga bisa rilis tahun ini.