time flies

Betapa cepatnya waktu berlalu, besok insyaAlloh menjadi hari terakhir saya berkantor disini. Ruangan yang sudah saya tempati sejak 2007. Tak terasa 4 tahun sudah terlewati, entah berapa kali saya menaiki anak tangga itu, berapa kali lift itu membawa saya, dan tentunya sudah berapa jam saya habiskan di jalan…
Waktu laksana pedang, pepatah berkata, apa yang sudah dilewati tak mungkin kembali. Entah apa yang menanti saya di depan sana, saat ini yang terbayang hanyalah kenangan di kantor ini, suasana yang mungkin akan saya rindukan kelak.
4 tahun sudah saya lalui sebagai komuter pergi saat matahari baru terbit, dan pulang saat matahari tenggelam. Semua moda transportasi sudah saya rasakan, mulai dari bis, kereta, dan omprengan, dari bis kota, metromini, dan ojek..
Hari senin pacuan baru akan dimulai, panggung dan alur cerita yang baru, dengan saya dan waktu tetap menjadi tokoh utamanya.. Mencoba mengimbangi kibasan sang waktu..

tour of duty

Kabar yang sudah lama berhembus itupun menjadi kenyataan. Sk mutasi terbitlah sudah. Tak ada pilihan lain bagi karyawan kecuali menjalankan, siap laksanakan..
Terbayang kembali masa menjadi karyawan kontrak, jelas tertulis satu klausul yang menyatakan bersedia ditempatkan dimana saja. Saat menjadi organik, klausul itu bahkan dipertegas dalam perjanjian kerja bersama, dan digolongkan sebagai pelanggaran bagi yang menolaknya.
4 tahun yang lalu sk serupa pernah saya dapatkan, namun disertai reward promosi, sk yang membawa saya kedalam ritme hidup kaum komuter, 4 jam dalam sehari dihabiskan di jalan. kisah komuter bisa dibaca disini
Ritme komuter yang membuat saya lebih tangguh, bergelantungan di kereta, bis kota, metromini, busway, ataupun duduk setengah bangku di omprengan.
Sekarang saya harus bersiap kembali untuk pindah, suasana baru, tugas baru sudah menanti. Lingkup yang lebih luas..

menunggu bursa buka

Menantikan jam buka bursa pada saat-saat seperti ini sungguh mencemaskan, terlebih lagi bagi saya yang merupakan investor pemula. Kondisi yang penuh dengan berita negatif mengenai perkembangan hutang amerika, penurunan rating oleh s&p di akhir pekan kemaren tak pelak membuat kecemasan semakin meningkat.
Keterlibatan (langsung) saya dengan bursa saham diawali dengan pemberian saham oleh perusahaan induk tempat saya bekerja. Sebelumnya saya hanya mengamati dari jauh saja, tidak terjun langsung. Waktu kuliah dulu pernah juga saya mengikuti lomba simulasi saham yang diadakan bursa efek surabaya.
Dari awal terjun saya sudah menggolongkan diri saya sebagai investor (kelas teri), bukan trader, pemilihan saham didasarkan oleh analisa fundamental dan saya pegang untuk waktu yang lama.
Minggu kemaren saya masih meyakini klasifikasi tersebut, ihsg walau fluktatif namun masih sempat mencatatkan rekor tertinggi, hingga akhirnya datanglah berita itu..
Amerika terancam default karena keinginan presiden menaikkan plafon hutang ditolak konggres, dan ternyata walaupun akhirnya kenaikan disetujui, penurunan peringkat amerika membuat seluruh bursa tumbang, beruang merajalela..
Dan sekarang, senin, setelah ihsg pada jum’at tergerus hebat, penantian mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya sangatlah mencekam, terbayang modal kecil yang akan semakin kecil bila indeks melanjutkan penurunannya..
Sebagian analis bilang bahwa kondisi ini hanyalah sementara saja, tapi siapa bisa jamin hal itu..
Akhirnya pilihan saya hanya dua, tetep bertahan (hold) atau jual rugi (cut loss).. *hmmm bagai berjalan dalam kegelapan..

hai hai

Saya bayu, penuntut ilmu, karyawan, (masih) komuter, dan investor pemula.
Tergerak bikin blog (lagi) setelah membaca tweet @TanganDiAtas retweet @nukman tentang kembalilah menulis blog. Sebelumnya saya punya akun di multiply dengan nama yang sama, berkisar tentang kehidupan komuter, tidak terlalu banyak memang postingannya.
Blog ini akan berbagi cerita sederhana yang saya lalui, entah itu sebagai penuntut ilmu, karyawan, komuter ataupun investor pemula. Semoga saja isinya bisa terus update..