pisah

Selalu ada perpisahan setelah pertemuan
Masa masa indah yang tinggal kenangan
Kebersamaan yang akan berakhir

60.000 km kita lewati bersama
18 bulan mengukur jalan
Siang malam hujan terik telah dilalui

Terimakasih citoy
Semoga sukses di rute selanjutnya
Tetaplah handal bersama yang lain..

damai

damai
tentram
adem
saat tugas berat terselesaikan
walau tak sempurna, penuh kekurangan

nyaman
lega
dunia terasa luas
saat beban yang menghimpit seakan terlepas
walau hanya sementara

bahagia
senang
gembira
entah berapa lama
menuju tikungan berikutnya

akuntansi manajemen

Hari hari ini konsentrasi saya lebih terfokus pada bidang akuntansi manajemen. Penyajian informasi bagi kebutuhan internal perusahaan. Realisasi kinerja dibandingkan target, tren bulanan, serta proyeksi dan target yang akan diraih.
Akuntansi manajemen tidak memiliki ketentuan khusus mengenai format laporan yang disajikan. Materi yang disajikan pada dasarnya bersumber dari akuntansi keuangan, dengan penambahan informasi lain yang belum ada. Misalnya volume, tren, dan analisa.
Tren, analisa, serta proyeksi merupakan inti informasi yang disajikan. Berdasarkan informasi ini manajemen akan memutuskan tindakan yang akan ditempuh dalam mengamankan pencapaian target perusahaan. Pilihan alternatif yang bisa ditempuh disimulasikan dalam proyeksi.
Pentingnya proyeksi bagi pengambilan keputusan membuat bagian yang terlibat dalam proses ini harus selalu siap sedia. 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Selalu siap seandainya manajemen membutuhkan alternatif proyeksi berdasarkan asumsi yang berbeda. Alat komunikasi selalu aktif, dan berada dalam jangkauan. Siaga satu menantikan data baru untuk disimulasikan menjadi proyeksi.

tersentak

Tersentak saya saat menerima bbm dari sahabat di negeri sebrang. Ditengah kesibukan rutinitas kerja tak berujung. Pesan yang memaksa saya tercenung, sejenak, berpikir. Haru biru menyergap. Bergetar. Segera saja air menggenangi pelupuk..
Berikut saya copas pesan tersebut:
ADA YANG SALAH…”
Ust Ahmad Zainuddin Salatiga

Doeloe… orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak…..rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun…dan semua anak-anaknya bersekolah….

Sekarang….banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan….

“Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta….”
(Al Baqoroh (2) AYAT 155)

Ada yang salah dengan cara hidup orang modern….

Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu….tapi tenang menjalani hidupnya…
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, , ipad, ruangan ber AC dll..harusnya mempermudah hidup ini….tapi ternyata tidak, sampai2 tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru…

…berangkat kerja, TERBURU-BURU…
…pulang kerja, juga TERBURU-BURU…
…makan siang, TERBURU-BURU…
…dilampu merah, TERBURU-BURU…
…berdo’a pun, TERBURU-BURU…
…bahkan sholatpun, TERBURU-BURU…

sifat diatas bukti dari Al-Qur’an surat Al Isra’ (17) ayat 11
” Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”

Hanya mati……..yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU….

Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah hitungan dalam memberi rizki kepada kita.

“Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir….”
(Al Baqoroh (2) AYAT 268)

Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh, sholat maghrib dsb..
Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini…..???

— semoga bermanfa’at  —

⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊

tertinggal

Duduk tekun, mendengarkan kajian yang disampaikan. Ditengah tengah para penuntut ilmu lainnya. Pematerinya masih muda, begitupun dengan mayoritas peserta kajian. Rata rata masih di pertengahan usia 25-an.
Kitab yang dibawakan adalah kitab tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi. Sekilas sempat saya perhatikan bahwa kebanyakan peserta kajian membawa kitab yang berbahasa arab. Waduh.
Umumnya mereka telah memahami bahasa arab. Di usia relatif muda, mampu membaca dan memahami kitab berbahasa arab. Hmm.
Kemana waktu ini saya habiskan. Sangat jauh tertinggal pemahaman saya akan ilmu yang bermanfaat ini. Ilmu yang akan menjadi penentu selamat atau tidaknya saya di akhirat dan dunia ini..