Makalah, proposal, paper, artikel, skripsi, thesis, disertasi dan semua kawan kawannya. Karya tulis yang tiga tahun ini semakin intens menenami. Mengantri, menunggu untuk diselesaikan.
Dimanapun kapanpun…
Enam semester berlalu. Masih ada revisi proposal, seminar hasil, sidang tertutup, dan sidang terbuka yang menanti. Masih ada juga dua artikel scopus yang belum tembus. Ditambah lagi makalah pjs yang harusnya sudah submit.
Satu yang paling penting adalah menulis sesuai dengan kebutuhan. Awal awal kuliah tulisan saya dikritisi karena terlalu to the point dan lugas. Perlahan gaya tulisan dirubah lebih lambat dan mendetail. Sayangnya gaya tersebut terbawa saat diminta menyelesaikan malalah sebagai prasyarat melewati PJS. Otomas kritisi dari sisi yang berlawanan diterima. Gak nyambung dan nano nano he he
Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Aku anugerahi kesehatan badan, Aku telah luaskan penghidupannya, telah lewat padanya lima tahun, (namun) dia tidak mendatangiKu (yakni: melakikan ibadah haji), dia benar-benar dicegah (dari kebaikan). Referensi : https://almanhaj.or.id/4139-tidak-berhaji-padahal-mampu-termasuk-dosa-besar.html
Masuk hari ke-20 Ramadhan 1446. Jelang 10 malam terakhir. Waktunya memaksimalkan kesempatan di sisa malam yang ada.
Tahun ini diwarnai dengan beberapa taraweh yang dilakukan di masjid seputaran Jakarta, yang terdekat dari lokasi pekerjaan. Hari ke-1 di masjid Niaga Rahmat CIMB Niaga, hari ke-7 di masjid Al Bina GBK, hari ke-11 di masjid Nurul Hidayah komplek BI Bidakara, hari ke-12 di masjid Baitul Tholibin Kemendikbud, hari ke-16 di masjid jami Al Ikhlas Kemang, hari ke-18 di masjid Al Makmur Senayan City. Semoga daftar ini tidak terus bertambah
Masih ada target pekerjaan yang harus selesai sebelum lebaran. Rilis buku audit. Tahapan akhir dari audit tahun 2024 ini. Auditor baru, tahun pertama audit. Ditambah lagi dengan isu besar yang alhamdulillah sudah close. Berharap draft buku bisa segera rilis dan finalisasi. Semoga diberikan kemudahan
Selain sholat jenazah dan pemakaman, acara lain yang selalu diusahakan untuk hadir adalah akad nikah. Jika sholat jenazah dan pemakaman menawarkan keutamaan masing masing sebesar satu gunung serta selalu menjadikan kita waspada akan jemputan yang bisa segera hadir, akad nikah selalu memberikan kilas balik peristiwa prosesi yang sudah saya alami. Satu acara dimana saya menjadi tokoh utama, penganten, satu acara saya mengamati wali nikah (ayah saya) menikahkan adek, dan satu lagi saat saya menjadi wali nikah.
Selain itu ada nasihat pernikahan, yang jika disampaikan oleh ahli yang kompeten akan sangat berpotensi menggetarkan hati. Pemahaman akan dalil sesuai pemahaman sahabat, to the point, tanpa gimmick senda gurau. Seperti halnya hari ini, maasyaa Allah, untaian nasihat yang selalu menjadi penyegar, pengingat tujuan kita semua menikah sembari menunggu waktu dijemput.
Beliau meyampaikan akad nikah adalah perjanjian yang berat مثقاغليظا. Hanya ada 3 peristiwa yang menggunakan frase ini dalam Al Qur’an, yaitu akad nikah, perjanjian dengan para nabi dan rosul, dan perjanjian dengan bani israil. Perjanjian yang harus dipenuhi
Visi menikah adalah memenuhi komitmen agar dapat dipertemukan kembali di surga kelak. Fokus pada kewajiban. Ketenangan, rasa cinta, dan rasa sayang akan hadir dengan sendirinya. Tidak ada manusia yang sempurna, bersukur atas apa yang telah الله anugrahkan.
Rumah tangga adalah bahtera besar. Keselamatannya sangat ditentukan oleh kepiawaian nahkodanya. Kembalikan pada dalil. Jangan lupa selalu berupaya mendapatkan ridho orang tua karena ridho الله ada pada ridho orang tua.
Semoga kita semua dapat dipertemukan kembali dengan pasangan kita di surga kelak