Penjual Minyak Wangi Itu..

image

Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi), maka penjual minyak wangi bisa jadi dia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya. HSR al-Bukhari (no. 5214) dan Muslim (no. 2628) – sumber http://www.muslim.or.id
Rutinitas hari kerja akan dimulai, saat seseorang lewat depan rumah. Bajunya menunjukkan jika beliau akan menunaikan sholat shubuh berjama’ah. Tanpa membuang waktu segera saya mengikuti langkahnya, sebagai orang baru di komplek ini saya belum mengetahui lokasi masjid terdekat, dengan mengkutinya saya berharap beliau akan menuntun saya ke masjid. Itu perjumpaan pertama saya dengan beliau, walaupun tampaknya beliau tidak menyadari jika saya mengikutinya.
Kami baru berkenalan pada kesempatan selanjutnya, seusai sholat isya berjamaah. Beliau sangat ramah, santun, dan wawasannya luas.
Diskusi dengannya terasa sangat menyenangkan, tak terkira banyaknya pencerahan yang saya terima darinya. Saat itu beliau bekerja di salah satu bumn mapan dan masih merintis usaha. Hampir 3 tahun kami berinteraksi bersama, sebagai penuntut ilmu, komuter, dan tetangga. Berburu sholat malam di masjid saat romadhon ataupun berdesak desakan dalam omprengan..
Hingga tibalah masa itu, saya ditugaskan ke kota yang berbeda, sementara beliau memutuskan untuk mengambil program pensiun dini..
Sekarang kami terpisah 8 jam perjalanan udara, beliau merintis jejaring baru, mewujudkan mimpi mendekati masjid yang memiliki keutamaan 100.000 kali sholat..
Kami disini merasa kehilangan wangi itu, smoga kita semua dimudahkan untuk bersua di telaga kelak.. Aamiin

Sebatas Berencana

image

6 juni 2012, menjelang maghrib, gelap mulai menyelimuti..
Adzan berkumandang, sholat jemaah ditegakkan..
Saat tiba tiba terdengar deru angin, sebagai pembuka jalan bagi hujan deras yang datang mengikuti..
Hujan yang turun ternyata membuyarkan hitung mundur grand launching yang akan dimulai. Panggung utama, 3 layar besar, sound system, tata lampu, round table, dan tenda besar, semua tidak bisa dipergunakan, semua yang telah direncakan hampir 6 bulan ini..
1 jam sebelum acara, semua tampak baik baik sana, ketika akhirnya hujan turun dan memaksa perubahan total pada acara..
Manusia hanya mampu merencana, secermat, sedetail, dan sebanyak rencana cadangan yang mampu dibuat, tanpa mampu memastikan bahwa rencana itu akan berjalan persis seperti apa yang diharapkan..
Hanya kepada Alloh azza wa jalla saja kita berserah diri.